<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="532">
 <titleInfo>
  <title>Terobosan Baru Berteologi:</title>
  <subTitle>Butir-butir Refleksi Pastor Yan Sunyata OSC</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Borgias M, Fransiskus (ed)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Widiyanto, Agustinus Rahmat (ed)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Lamalera</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xlvi + 29hlm; 11x19cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>AGAMA tidak lain daripada setia pada dunia. Demikian almarhum Yan Sunyata mencoba menafsirkan kebuntuan dalam praktik pluralisme religius. Sebuah ungkapan mengagetkan bagi sebagian orang tetapi tidak jauh dari kebenaran tentang humanisme yang terbuka. Kata 'paradoksal' bisa meringkaskan seluruh kiprah Yan Sunyata (1941-2002). Sebagai seorang imam dari Ordo Salib Suci ia mengisi sebagian besar waktunya di telatah Parahiyangan. Para mahasiswa Katolik yang tersebar di Bandung seperti ITB, Unpar dan Unpad, pada tahun 1974-1990 tidak mungkin tidak mengenalnya. Beliau biasa disapa dengan fungsi dan perannya yakni Pastor Yan. Bagaimana tidak paradoksal kalau kesaksian para mahasiswa atas Yan nyaris selalu merujuk pada pikirannya yang menantang, melawan arus dan membuat kepikiran terus. Orang-orang muda yang masih mencari identitas diri tak jarang menemukan pada Yan citra ideal. Mereka ini dikader dan dirawat dalam Gema (Gereja Mahasiswa). Ketika Bandung dirasakan terlalu sempit Yan melebarkan sayap ke Universitas St. Thomas Medan sebagai rektor (1995-1997) dan ke Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta dalam dua periode (1992-1994 dan 1998-2002) sebagai dosen yang mengampu Teologi Fundamental. Mata kuliah ini acap dipandang sebagai bidang yang menjembatani ilmu filsafat dan teologi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Teologi</topic>
 </subject>
 <classification>230</classification>
 <identifier type="isbn">9789792548174</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>230 Bor t</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">15096</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>230 Bor t</shelfLocator>
   </copyInformation>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">15127</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>230 Bor t</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Terobosan_Baru_Berteologi.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>532</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-02-25 10:46:34</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>