<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="5315">
 <titleInfo>
  <title>Pendidikan Menurut Xunzi</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Agustinus Lie, Lic.Th.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tamba, Eduardus Andu</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>vi + 89hlm: 21,5x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sebuah pemikiran kerap kali lahir dari sebuah konteks atau situsi tertentu. Demikian juga halnya pemikiran-pemikiran yang di hasilkan oleh Xunzi. Ia hidup menjelang akhir periode perang antara negara. Dalam situasi itu Xunzi menyaksikan bagaimana manusia saling membunuh satu sama lain. Sejarah kelabu yang dialami oleh Xunzi ini akhirnya mengantar dia pada sebuah pemikiran bahwa kodrat manusia itu jahat. Ada 3 hal yang disampaikan oleh Xunzi untuk mendukung tesisnya ini, pertama, kesukaan akan keuntungan, kedua, rasa iri dan benci, ketiga, nafsu telinga dan mata. Lebih lanjut Xunzi menegaskan bahwa kodrat manusia yang jahat ini disebabkan oleh hasrat yang ada dalam diri manusia. Hasratlah yang mendorong manusia untuk menggapai hal-hal yang diinginkan oleh manusia. Hasrat inilah yang mendorong manusia untuk melakukan apa saja yang dikehendaki oleh diri manusia itu sendiri. Jika hasrat ini dibiarkan begitu saja atau tanpa adanya sesuatu yang membatasi maka hasrat inilah yang kemudian mendorong manusia untuk melakukan tindakan kejahatan. Oleh karena itu hasrat ini harus disalurkan dengan baik berupa hal-hal yang bersifat spiritual atau kejiwaan seperti melalui ritual-ritual dan musik. Namun perlu dipahami bahwa kejahatan sebagai kodrat manusia yang dicetuskan Xunzi tidak hendak mengatakan bahwa manusia memiliki moralitas yang jahat atau suka menikmati kejahatan melainkan suatu keadaan di mana manusia tidak memiliki pengetahuan apa-apa mengenai moralitas, jika keadaan ini dibiarkan maka akan timbul kejahatan. Disinilah pendidikan kemudian mendapat tempat yakni memberikan pemahaman kepada manusia mengenai moralitas sehingga manusia dapat menggenggam kebaikan sebagai miliknya. Pendidikan bagi Xunzi bukan aktifitas intelektual melainkan suatu proses transformasi yakni mengubah manusia agar menjadi baik. Oleh karena hasrat menjadi dasar bagi kejahatan yang ada dalam diri manusia maka Xunzi menganjurkan materi yang harus dipelajari oleh manusia adalah hal-hal yang dapat membantu manusia untuk menyalurkan hasrat-hasratnya itu padahal-hal yang positif. Materi-materi tersebut yakni sejarah, puisi, musik, partisipasi dalam politik, dan Li. Pendidikan yang dicetuskan oleh Xunzi mendapat penekanan yang paling kuat pada aktifitas belajar. Belajar bagi Xunzi merupakan aktifitas yang tidak pernah boleh dihentikan, ia harus berlangsung seumur hidup. Oleh karena itu belajar hanya bisa dihentikan oleh kematian. Dalam belajar yang paling penting bukan mengumpulkan pengetahuan sebanyak-banyaknya melainkan pengimplementasian dalam tindakan. Pendidikan yang dicetuskan oleh Xunzi pada akhirnya bertujuan untuk membentuk manusia agar menjadi manusia bijaksana.</note>
 <subject authority="">
  <topic>pendidikan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2015</topic>
 </subject>
 <classification>370</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>370 TAM p</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">11.043</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>370 Tam p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_baru.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>5315</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>