<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="5297">
 <titleInfo>
  <title>Kelestarian Budaya dan Adat Bali dalam Permukiman Pedesaan</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Wesnawa, I Gede Astra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Graha Ilmu</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>viii + 154hlm: 21x25,5cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Konsep Tri Hita Karana (THK) merupakan konsep normatif yang menjamin keharmonisan hubungan tetap adaptif dalam mengakomodasi penyebab perubahan lingkungan permukiman. Derasnya pengaruh modernisasi hanya mengubah fungsi sosial ekonomi, sedangkan kehidupan keagamaan dan struktur spasial relatif tetap. Kokohnya pertahanan tersebut disebabkan kuatnya kepercayaan masyarakat pada THK. THK sebagai wujud kearifan lokal dan pelestarian lingkungan memberi kontribusi pada proses perubahan yang berlangsung secara evolutif dan revolutif. Perubahan tersebut direspon dengan kemampuan adaptasi yang dilandasi oleh keharmonisan hubungan antar kompenen lingkungan dengan tujuan menjamin pelestarian fungsi dan keberlanjutan lingkungan. Gejala peningkatan kegiatan masyarakat sebagai akibat dari pembangunan di berbagai sektor menuntut pemenuhan kebutuhan akan lahan. Hal inilah yang kemudian berimplikasi pada penataan Iingkungan permukiman pedesaan. Dengan adanya pergeseran orientasi horisontal ke vertikal, diperlukan model pengembangan lingkungan pemukiman pedesaan yang berbasis THK. Dengan model seperti ini, diharapkan mampu menjaga kelestarian permukiman tradisional di pedesaan Bali yang bisa memperkokoh aset budaya bangsa sekaligus sebagai penyangga adat dan budaya Bali.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>kebudayaan Bali</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>sosiologi desa</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>masyarakat Bali</topic>
 </subject>
 <classification>307.72</classification>
 <identifier type="isbn">9786022625179</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>307.72 Wes k</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">19007</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>307.72 Wes k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Kelestarian_Budaya_dan_Adat_Bali.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>5297</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-12-19 13:02:23</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>