<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="5296">
 <titleInfo>
  <title>Keliling Indonesia dari Era Bung Karno sampai SBY:</title>
  <subTitle>Catatan Perjalanan Wartawan Nekat</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Poyk, Gerson</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Libri</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xiv + 308hlm; 14 x 21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Benarkah Bung Karno memiliki keluarga gelap dari Rote? Rasa-rasanya mustahil, kecuali kalau benar ini muncul akibat muslihat cerdik seorang jurnalis yang dijuluki Gelap Poyk. Seorang guru yang membelot menjadi wartawan sekaligus penulis nyeniman ia juga memiliki sederet profesi sampingan lainnya seperti tukang tilep berita, asisten mantri cacar, tentara gadungan dan pelancong bermodal dengkul. Petualangan nekat itu membawanya ke seantero Indonesia yang disusurinya hingga pojok-pojok tergelap dan terjoroknya. Dan semua itu dilakoninya demi menghasilkan tulisan yang membuatnya sempat didewakan di bumi Parahiyangan dan diangkat anak oleh seorang gubernur sekaligus nyaris dibacok di jalur Trans-Sumatra. Sebuah laporan penjelajahan negeri dengan bahasa yang ringan dan nakal tetapi berbobot dan penuh makna buku ini dapat menjadi daksi pertumbuhan dan perkembangan beberapa bagian dari negeri ini dari zaman Sukarno sampai SBY. Inilah catatan perjalanan seorang jurnalis petualang kawakan-yang juga sastrawan-yang dapat dijadikan renungan dan perbandingan: bagaimana Indonesia dulu dan bagaimana Indonesia beberapa dasawarsa sesudahnya.</note>
 <subject authority="">
  <topic>jurnalisme</topic>
 </subject>
 <classification>70.4</classification>
 <identifier type="isbn">9789796877867</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>070.4 Poy k</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">16105</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>070.4 Poy k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Keliling_Indonesia_dari_Era_Bung_Karno.jpg.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>5296</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>