<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="5249">
 <titleInfo>
  <title>Kemiskinan Sebagai Tanda dan Kesaksian:</title>
  <subTitle>Suatu Refleksi Atas Kemiskinan Kristus dan Gereja</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Moi, Alberto A. Djono</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Yayasan Pustaka Nusatama</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>131hlm: 14x21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kemiskinan selalu dibicarakan dari zaman ke zaman. Berbicara tentang kemiskinan, berarti kita berbicara tentang pribadi manusia. Maka berbicara tentang kemiskinan, berarti kita akan memasuki wilayah perasaan, emosi maupun pola pemikiran manusia. Di zaman ini, Gereja perlu membuka diri untuk merenungkan kembali keberadaan serta panggilannya sendiri dalam dunia ini. Kristus Yesus hadir ke dunia sebagai orang miskin. Yesus lahir serta hidup dalam kemiskinan. Sahabat-sahabatNya ialah kaum miskin yang tertindas. Ia hidup untuk mereka. Demi kepentingan mereka itulah juga Ia mati. KematianNya ialah pelayanan. Yesus sadar bahwa dengan memberikan pelayanan lebih besar daripada dengan tetap hidup begitu saja. Gereja bukan saja menggerakkan seruan Option for the Poor atau berpihak pada kaum miskin tetapi harus berada serta menjadi kaum miskin bersama kaum miskin lainnya. Buku ini mengajak kita (teristimewa kaum berjubah yang mengucapkan kaul kemiskinan) untuk kembali bercermin pada pribadi Yesus sendiri.</note>
 <subject authority="">
  <topic>hidup kekristenan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>kemiskinan</topic>
 </subject>
 <classification>248.4</classification>
 <identifier type="isbn">9797195678</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>248.4 Moi k</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">16892</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>248.4 Moi k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>kemiskinan-tanda.jpg.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>5249</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>