<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="5051">
 <titleInfo>
  <title>Kesepian Rohani sebagai Bagian dari malam Gelap:</title>
  <subTitle>Suatu Studi Komparatif Gagasan Kesepian Rohani menurut Ignasius dari Loyola dan Gagasan Malam Gelap menurut Yohanes dari Salib</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>3. Prof. Dr. Berthold Anton Pareira</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Dr. Benny Phang Khong Wing</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Merry Teresa, Lic.Th</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sukarno, Imam</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xi + 154hlm; 21x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Setiap orang membangun hidup rohani akan menemukan berbagai pengalaman dalam perjalanan rohaninya. Sebagian dari pengalaman-pengalaman itu ada yang positif, menyenangkan, meneguhkan, membesarkan semangat untuk terus melakukan latihan-latihan rohaninya. Tetapi juga ada yang negatif, tidak enak, tidak menyenangkan, membuat orang tidak mau merasakan rasa tidak enak, tidak nyaman itu dan bahkan menyangkal, menolak aktivitas atau latihan-latihan rohani yang berkaitan dengan rasa tidak enak tersebut. Orang bisa terjadi, tergoda atau terdorong untuk menghentikan latihan rohaninya. Sesungguhnya pengalaman semacam itu disebut negatif bukan karena serta merta menimbulkan dampak buruk secara rohani bagi yang bersangkutan. Dampak buruk itu terjadi apabila orang tidak memahami apa sesungguhnya pengalaman itu, apa yang sesungguhnya terjadi padanya, dan karenanya tidak tahu juga bagaimana menyikapinya dengan benar. Dengan kata lain, pengalaman negatif justru merupakan sarana bagi setiap orang untuk mengalami kemajuan, pertumbuhan atau perkembangan, dalam hidup rohaninya, sejauh ia memahami dengan benar apa yang ia alami dan bagaimana ia mesti menyikapi pengalaman itu.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>hidup kekristenan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>TESIS 2013</topic>
 </subject>
 <classification>248.4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>248.4 Suk k</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">11.01016</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>248.4 Suk k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_TESIS_baru.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>5051</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-06-22 08:16:36</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>