<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="5048">
 <titleInfo>
  <title>Kesetaraan Gender dalam Perspektif Mulieris Dignitatem 6-8 dan Relevansi dalam Hidup Gereja (Tinjauan Teologis Pastoral)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Dr. Edison R.L. Tinambunan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Yohanes I Wayan Marianta, MA.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Pangkus, Yuvensius</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>3. Prof. Dr. Piet Go</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>x + 106hlm; 21,5x27,5cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Laki-laki dan perempuan berasal dari Allah. Mereka diciptakan secitra dengan-Nya. Oleh karena itu, Gereja melalui Mulieris Dignitatem 6-8 mengajak setiap orang untuk menghormati sesama sebagai ciptaan Allah. Gereja menolak semua bentuk sikap dan tindakan diskriminatif terhadap perempuan. Perbedaan jenis kelamin tidak dapat menjadi alasan untuk saling merendahkan. Gereja menyadari bahwa saat ini kaum perempuan masih mengalami diskriminasi karena budaya patriarkal. Maka, Gereja menyerukan kepada setiap orang untuk berjuang, mengakui dan menghormati martabat wanita. Mereka memiliki daya kreatif dan potensi untuk mengembangkan masyarakat. Yesus menjadi contoh bagi setiap orang dalam memperjuangkan hak-hak perempuan. Mereka dilibatkan dalam karya-karyaNya. Oleh karena itu, Gereja harus membuka diri terhadap keikutsertaan perempuan dalam karya pelayanan. Ajakan mewujudkan kesetaraan gender lahir dari refleksi kisah penciptaan manusia. Perempuan berasal dari tulang rusuk laki-laki. Ia diciptakan untuk menjadi penolong  laki-laki. Meskipun demikian mereka harus saling melengkapi. Persatuan laki-laki dan perempuan membentuk keutuhan pribadi. Sembari merefleksikan hal itu, Gereja harus memerhatikan tingkat pendidikan perempuan, mengupayakan pemberdayaan dan pelayanan pastoral keluarga. Semua itu membantu mewujudkan kesetaraan gender.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>TESIS 2013</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>kristiani dan wanita</topic>
 </subject>
 <classification>261.82</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>261.82 Pan k</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">11.01032</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>261.82 Pan k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_TESIS_baru.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>5048</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-06-22 08:19:42</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>