<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="5047">
 <titleInfo>
  <title>Kesetiaan Suami-Isteri dan Soal Penyelewengan</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Maramis, W.F.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Go, Piet</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>Dioma</publisher>
   <dateIssued>1990</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>vi + 38hlm: 14x21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>The other woman the other man merupakan figur-figur yang dewasa ini menjadi buah bibir masyarakat sebagai penggoda suami atau isteri dalam hal kesetiaan perkawinan. Pada awal hidup perkawinan suami isteri saling berjanji di tengah jemaat dan dihadapan Tuhan: Aku memilih engkau menjadi suamiku (isteriku). Aku berjanji setia padamu dalam untung dan malang, di waktu sehat dan sakit dan aku mau mencintai dan menghormati engkau seumur hidup. Kenyataan setelahnya: ada yang setia ada juga yang kurang setia entah dengan penyelewengan dalam aneka bentuknya atau bahkan sampai cerai dan kawin lagi. Soal ini di sini ditinjau dari sudut teologis: Apakah norma-normanya dalam hal ini? Mengapa (apa dasarnya) suami isteri bertanggung jawab atas kesetiaan dalam monogami? Dan sebagai bantuan untuk mewujudkannya diberikan uraian dari sudut psikologis: Mengapa sanpai terjadi penyelewengan? Bagaimanakah membantu suami isteri untuk tidak hanya menghindari bahaya penyelewengan melainkan terutama mengembangkan kestiaan dalam perkawinannya? Bagaimana sikap yang harus diambil bila terjadi penyelewengan? Itulah beberapa soal yang dibahas dalam buku kecil ini.</note>
 <subject authority="">
  <topic>keluarga Kristen</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>perkawinan Kristen</topic>
 </subject>
 <classification>248.4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>248.4 Go k</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">4433</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>248.4 Go k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Kesetiaan_suami-isteri.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>5047</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>