<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="4993">
 <titleInfo>
  <title>Ketika Itu Terbukalah Mata Mereka dan Mereka Pun Mengenal Dia (Suatu Analisis teks-tafsiran-refleksi Teologis atas Luk 24:</title>
  <subTitle>13-35)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. FX. Didik Bagiyowinadi, Lic</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hermanto</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>vii + 106hlm: 21,5x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penderitaan tidak bisa dilepaskan dari hidup manusia. Penderitaan seolah-olah sudah menjadi bagian integral dari perjalanan hidup. Banyak orang yang memandang penderitaan sebagai kutukan. Mereka ini adalah orang yang tidak bisa menerima kenyataan hidup manusia yang penuh derita. Dalam pikiran mereka hidup hanya soal senang-senang saja atau yang berkaitan dengan kesenangan duniawi. Mereka lupa bahwa manusia harus berjuang meraih apa yang dia inginkan dan hal itu butuh pengurbanan. Manusia perlu berbuat sesuatu untuk mencapai tujuan hidupnya. Maka, dalam rangka mencapai tujuan itulah manusia menderita karena tidak semua yang ia inginkan sesuai dengan harapannya. Pada titik inilah kesetiaan manusia diuji. Manusia yang setia adalah ia yang mampu bertahan dalam penderitaan demi tujuan yang mulia. Ia memandang penderitaan sebagai rahmat dari Tuhan dan memaknai penderitaan sebagai jalan mencapai tujuan hidup. Hal demikian ditunjukkan oleh Yesus Kristus, Sang Guru sejati. Ia menderita, wafat dan bangkit untuk keselamatan manusia. Penderitaan yang Ia alami adalah sebuah keharusan untuk masuk dalam kemulian-Nya (bdk. Luk. 24:26). Sayangnya, para murid tidak mengerti akan hal ini. Demikian juga dengan sebagian orang kristiani. Mereka kerap menganggap penderitaan sebagai beban sehingga banyak di antara mereka menjadi putus asa ketika penderitaan datang bertubi-tubi. Akhirnya mereka tenggelam dalam kesedihan, kekecewaan dan perasaan menyesal telah mengikuti Kristus. Padahal menjadi pengikut Kristus tidak bebas dari derita justru menjadi orang yang menderita. Akan tetapi, lewat Misteri Paskah yang berpuncak pada Ekaristi, umat beriman bisa menimba semangat rohani. Misteri Paskah adalah misteri penderitaan yang membawa kemuliaan. Oleh karena itu, penderitaan harus dipandang dengan kacamata kristiani. Penderitaan bukan sebagai beban melainkan jalan yang akan membawa umat pada kehidupan kekal bersama Yesus Kristus Sang Mesias.</note>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2015</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Alkitab-PB-Lukas</topic>
 </subject>
 <classification>226.407</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>226.407 HER k</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">11.044</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>226.407 Her k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_baru.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>4993</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>