<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="4776">
 <titleInfo>
  <title>Kitab Negara Kertagama:</title>
  <subTitle>Sejarah Tata Pemerintahan dan Peradilan Kraton Majapahit</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Pramudito, Bambang</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Gelombang Pasang</publisher>
   <dateIssued>2006</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>x + 386hlm; 14x20cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kitab Hukum Negara Kertagama adalah karya Empu Prapanca pada jaman Kraton Majapahit. Dari segi maknanya, Negara Kertagama berarti kisah pembangunan negara. Isinya menguraikan keagungan Prabu Hayam Wuruk khususnya dan keagungan negara Majapahit pada umumnya. Selain itu juga menguraikan kebesaran raja-raja leluhurnya. Oleh karena kerajaan Majapahit dianggap sebagai lanjutan kerajaan Singasari (1222-1292), maka kitab ini juga meliputi sejarah raja-raja Singasari dari pendirinya Raja Rajasa sampai Sinuhun Prabu Kerta Negara, raja terakhir Singasari yang mangkat pada tahun 1292. Atas dasar itu judul Negara Kertagama jauh lebih berkesan dari pada Desa Warnana artinya uraian tentang desa-desa, yang disarankan oleh Sang Pujangga Besar. Empu Prapanca adalah putera seorang Darmadyaksa kesegatan yang diangkat oleh Sri Rajasa Nagara sebagai pengganti ayahnya. Nama aslinya terdiri dari lima aksara: pancaksara. Tentang alasan penyamarannya diuraikan dalam karya sang pujangga lambang 1366. Karya Lambang dimulai sebelum penggubahan Negara Kertagama, namun baru siap sesudahnya. Dikatakan bahwa sang pujangga sengaja mengambil nama samaran dan diam di suatu desa sunyi sepi, karena takut kalau-kalau diketahui namanya yang benar. Beliau akan tetap tinggal di sana sampai akhir hidupnya. Kita sungguh berterima kasih pada sang pujangga, sehingga pada akhir abad ke-21 ini kita masih bisa memahami Tata Pemerintahan dan Peradilan yang pernah berlaku di nusantara. Bagi para penyelenggara pemerintah, baik yang duduk di lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif serta masyarakat umum negeri ini, bisa menjadikan Kitab Kertagama sebagai bahan referensi yang penting.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>sejarah Indonesia</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Indonesia-sejarah kerajaan Majapahit</topic>
 </subject>
 <classification>959.8</classification>
 <identifier type="isbn">9799838186</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>959.8 Pra k</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">12920</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>959.8 Pra k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Kitab_Negara_Kertagama.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>4776</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-01-18 08:55:05</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>