<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="4658">
 <titleInfo>
  <title>Komunitas Karismatik Katolik Alternatif Hidup Berkomunitas Kaum Muda di Tengah Budaya Televisi (Sebuah Refleksi Kritis atas Kepasifan Kaum Muda untuk Hidup Berkomunitas dalam Gereja)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Dr. Benny Phang Khong Wing</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>3. Robertus Wijanarko, Ph.D</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Gadur, Fransiskus Heriman Surya</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xi + 137hlm; 21x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sebagian besar kaum muda Katolik saat ini tidak peduli dengan hidup berkomunitas. Hal ini kemudian berakibat minimnya kaum muda terlibat dalam pelayanan Gereja. Situasi ini sungguh memprihatinkan. Padahal, hidup berkomunitas dalam Gereja merupakan panggilan yang luhur. Banyak faktor, baik dari intern kaum muda maupun dari ekstern kaum muda, yang menyebabkan hal ini. Diindikasikan bahwa televisi adalah salah satu faktor yang menyebabkan kaum muda pasif untuk hidup berkomunitas. Dampak-dampak televisi bisa secara langsung dan tidak langsung melemahkan antusiasme kaum muda untuk hidup berkomunitas. Semua pihak harus menanggapi situasi ini. Perlu usaha yang konkret untuk mengatasinya. Tidak hanya wacana di atas kertas, tetapi perlu mencari solusi konkret. Komunitas karismatik Katolik bisa ditawarkan sebagai alternatif hidup berkomunitas kaum muda. Dinamika komunitas ini dilihat bisa menjawab persoalan kaum muda dalam berkomunitas. Komunitas ini mengambil bentuk kelompok-kelompok kecil dan didasari hidup doa. Cirinya tersebut menjadi benteng yang kokoh untuk melindungi kaum muda dari pengaruh televisi. Komunitas ini diberikan sebagai tawaran tidak hendak mengatakan keunggulannya dari komunitas lain dari pengalaman hidup menggereja selama ini, komunitas karismatik cukup diminat oleh banyak kaum muda. Komunitas ini pun memiliki perhatian yang besar kaum muda.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>TESIS 2013</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>pastoral, pelayanan (pemuda)</topic>
 </subject>
 <classification>259.2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>259.2 Gad k</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">10.01018</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>259.2 Gad k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_TESIS_baru.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>4658</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-06-23 08:22:33</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>