<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="4605">
 <titleInfo>
  <title>Konsep Individu dan Komunitas dalam Antropologi Edith Stein.</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Pius Pandor, Lic.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Manullang, Ratadiajo</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>vi + 109hlm: 21,5x28 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Manusia itu unik. Keunikan ini tampak dalam hidup manusia itu sendiri yakni keberadaannya sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Sebagai makhluk individu, manusia berdiri sendiri, otonom dan mandiri. Sebagai makhluk sosial, dia selalu ditemukan ada bersama dengan makhluk lain. Manusia semakin menyempurnakan diri ketika berelasi dengan orang lain. Edith Stein memaparkan pemikirannya tentang individu dan komunitas secara lebih mendalam. Gagasan yang mendalam termuat dalam pernyataan bahwa hakekat manusia pertama-tama tidak didasarkan pada persamaan akan hal-hal yang berasal dari luar diri manusia, melainkan pada keunikan yang terdapat dalam dirinya sebagai individu. Keunikan menjadi daya hidup masing-masing individu sekaligus menjadi daya hidup (lifepower) komunitas. Selanjutnya Edith Stein menjelaskan bahwa hakekat manusia tidak hanya berpartisipasi dalam forma universal kemanusiaan, tetapi juga bahwa diri masing-masing individu mempunyai forma individu dan itulah yang membedakannya secara jelas dengan individu lain. Namun kedua forma (universal dan individual) tidak hadir sebagai bagian yang berdiri sendiri tetapi memiliki kesatuan yang sama untuk menciptakan forma substansi tunggal dengan esensi keunikan manusia itu sendiri. Masing-masing pribadi sudah memiliki esensi dalam dirinya sendiri dan esensi ini disebut Edith Stein sebagai forma individu.</note>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2015</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Orang Suci (Edith Stein)</topic>
 </subject>
 <classification>235.2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>235.2 MAN k</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">09.055</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>235.2 MAN k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_baru.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>4605</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>