<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="4536">
 <titleInfo>
  <title>Korupsi</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Toer, Pramoedya Ananta</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Hasta Mitra</publisher>
   <dateIssued>2002</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>v + 160hlm; 15 x 21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Korupsi penyakit masyarakat sesuai keberadaan umat manusia hidup di bumi yang tiada pernah tersembuhkan. Sebagai pemerhati jeli yang senantiasa terlibat langsung dalam kehidupan lingkungannya, gejala masyarakat itu tidak luput dari kekaryaan Pramoedya sebagai pengarang. Kisah ini ditulis di tahun 1953 semasa ia selama enam bulan bermukim di Belanda. Yang menarik dari karya Pramoedya ini adalah berbagai tergambar sesuatu mutasi sosial dalam permainan korupsi itu. Yang semula kecil, mewabah luas menjadi kebiasaan soaial. Pada awalnya korupsi terpaksa dilakukan seorang pegawai kecil gara-gara tekanan ekonomi dan inflasi, gaji yang kecil sudah tidak mampu membiayai hidup keluarga. Jalan pintas seperti sudah dilakukan lebih dulu oleh rekan-rekannya ternyata nyaman sekali, dia sukses sebagai koruptor yang menikmati segala kemewahan di kota besar. Perbuatannya tertentu berakhir di tempat setiap koruptor seharusnya berada: penjara. Pada saat Pramoedya menulis kisah masyarakat ini, skala korupsi dan penggelapan dana publik yang terlibat seakan tak ada artinya dengan KKN yang kita alami semasa rejim Soeharto berkuasa sampai sekarang. Situasi dan kondisi lain, hakekat masih tetap sama.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Fiksi Indonesia</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>novel</topic>
 </subject>
 <classification>899.221</classification>
 <identifier type="isbn">9798659260</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>899.221 Toe k</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">11061</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>899.221 Toe k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Korupsi-Pramoedya.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>4536</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-11-24 08:41:29</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>