<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="4530">
 <titleInfo>
  <title>Korupsi yang Memiskinkan</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hartiningsih, Maria (ed)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Kompas Media Nusantara</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xiv + 369hlm: 14x21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dulu, korupsi cuma dilakukan elite penguasa dengan cara menginjak kaki para pengusaha-konglomerat. Kini perilaku koruptif sudah meluber ke mana-mana termasuk ke berbagai kubu partai politik. Koruptor masa kini lebih tak punya hati nurani karena yang paling banyak dirampok adalah dana APBN uang rakyat yang mestinya dipakai untuk mengakhiri kemiskinan ekstrim yang sudah lama membelit sebagian anak bangsa. Bertolak belakang dengan mimpi reformasi korupsi di Indonesia kini justru kian marak-meruyak. Teori potong satu generasi untuk memutus hubungan dengan para koruptor era Orde Baru dan mengawali lagi kehidupan bernegara di bawah para pemimpin muda yang bersih gugur sudah. Tak dinyana kita kini dipaksa berhadapan dengan orang-orang macam Gayus Tambunan dan Nazaruddin. Korupsi memang tak selalu membuat negara jadi miskin karena korupsi bisa tidur bersama pertumbuhan ekonomi tinggi. Namun kemiskinan hanya bisa dihapus jika toleransi terhadap korupsi adalah nol. Kemiskinan merupakan masalah di ujung pipa korupsi sistemik biang keladi semua pelanggaran hak asasi manusia yang harus dibayar oleh setiap warga negara termasuk setiap bayi yang baru lahir. Sebuah buku yang menegaskan kembali bahwa korupsi dan kemiskinan sejatinya adalah dua sisi dari sekeping uang yang sama. Keduanya adalah musuh paling jahat yang harus kita perangi bersama.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>korupsi</topic>
 </subject>
 <classification>353.46</classification>
 <identifier type="isbn">9789797095932</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>353.46 Har k</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">16970</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>353.46 Har k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Korupsi_yang_Memiskinkan.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>4530</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-01-12 10:09:24</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>