<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="4404">
 <titleInfo>
  <title>Kucium Luka-Mu dalam Kebisingan:</title>
  <subTitle>Kumpulan Renungan Rohani Populer</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Regus, Max</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Fidei Press</publisher>
   <dateIssued>2005</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xii + 152hlm: 13,5x19,5cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pergulatan dunia yang lebih mengedepankan kepentingan individu dan egoisme, membuat nurani manusia seakan lumpuh dalam gejolak yang semakin mencekam. Manusia tidak dapat bersuara lagi di tengah kepedihan dan kegetiran yang menimpa sesamanya. Ia bungkam karena menganggap itu wajar dan memang harus terjadi. Kucium Luka-Mu dalam kebisingan, membantu kita untuk melihat kembali dunia hidup kita yang telah bobrok dan hampir hancur karena keserakahan dan ketamakan, pemerasan dan manipulasi, dalam terang sabda Kristus sendiri. Penulis mau menggugah kita untuk kembali ke jalan yang benar, untuk menemukan kembali jalan Allah di tengah kebisingan dunia kepentingan manusiawi kita, untuk mewujudnyatakan peran kita sebagai orang Katolik di tengah dunia yang semakin sekular dan semakin tidak manusiawi. Kita dipanggil untuk menyembuhkan luka-luka dunia yang semakin hari semakin parah, dengan menampilkan kasih Kristus sebagai landasan utama kehidupan. Dalam luka-luka Kristus, terciptalah suatu dunia yang penuh damai dan penuh kasih.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>hidup kekristenan</topic>
 </subject>
 <classification>248.4</classification>
 <identifier type="isbn">9793481161</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>248.4 Reg k</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">12452</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>248.4 Reg k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Kucium_Luka-Mu_dalam_Kebisingan.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>4404</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-09-02 11:35:03</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>