<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="430">
 <titleInfo>
  <title>Menuju Hidup Baru:</title>
  <subTitle>Pesan Terakhir Teresia Lisieux</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mester, Koen de</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Kanisius</publisher>
   <dateIssued>1985</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>229hlm: 14,5x21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>Seri Teresiana; 4</title>
 </relatedItem>
</mods>
<note>Menjelang kematiannya Teresia mengucapkan kata-katanya yang terakhir, dalam kebaikannya Allah tak mungkin meninggalkan saya seorang diri. Ia tidak pernah membiarkan saya Ya, saya percaya bahwa selalu mencari kebenaran, ya saya mengerti arti kerendahan hati Saya tak menyesal bahwa saya menyerahkan diri kepada Sang Cinta. Dan pada saat menghembuskan nafas yang terakhir Teresia berkata 'Ya Allah aku mencintai Engkau'. Menurut kepercayaan umum kematian merupakan akhir dari segala-galanya, tetapi Teresia dengan kelembutan hati dan semangat menyala-nyala menanti akhir hidupnya. Baginya maut berarti kembali kepada Allah. Justru karena itu kematian baginya adalah menuju hidup baru. Kata Teresia 'Saya bagaikan orang yang telah bangkit'. Tanpa merasa terpaksa ia menghadapi hari terakhir hidupnya. Teresia memperlihatkan betapa berat menderita tanpa hiburan sesama namun kepercayaannya akan hidup abadi meluruskan dia karena dia mempunyai pegangan yang kuat yakni Sang Cinta.</note>
<note type="statement of responsibility"></note>
<subject authority="">
 <topic>biografi (Teresia dari Lisieux)</topic>
</subject>
<subject authority="">
 <topic>orang suci</topic>
</subject>
<classification>235.2</classification>
<identifier type="isbn"></identifier>
<location>
 <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
 <shelfLocator>235.2 Mes m</shelfLocator>
 <holdingSimple>
  <copyInformation>
   <numerationAndChronology type="1">1678</numerationAndChronology>
   <sublocation></sublocation>
   <shelfLocator>235.2 Mes m</shelfLocator>
  </copyInformation>
 </holdingSimple>
</location>
<slims:image>Menuju_Hidup_Baru.jpeg.jpeg</slims:image>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>430</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-11 10:51:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>