<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="4276">
 <titleInfo>
  <title>Laku Spiritual Sultan:</title>
  <subTitle>Langkah Raja Jawa Menuju Istana</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Artha, Arwan Tuti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Galang Press</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>174hlm: 15x23cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sebelum meletakkan tahtanya kepada KGPH Mangkubumi (kelak bergelar Sultan Hamengku Buwono X) Sultan Hamengku Buwono IX berpesan kepada putranya tersebut. Jika nanti menduduki tahta harus memegang lima syarat. Pertama, harus berjanji tidak boleh berprasangka, iri pada orang lain biarpun orang lain ini tidak senang. rnKedua, harus berjanji tidak melanggar peraturan negara. Ketiga, harus berani mengatakan yang benar itu benar, serta yang salah itu salah. Keempat, tidak boleh mempunyai ambisi, kecuali ambisi itu untuk menyejahterakan masyarakat. Kelima, lebih banyak memberi daripada menerima. Sultan Hamengku Bowono IX cukup menyesal karena tidak bisa melakukan dengan berani syarat yang ketiga. Untuk itulah KGPH Mangkubumi dipesan harus lebih berani darinya. Pada masanya, jika Sultan HB IX berbeda pendapat dengan pada penguasa, lebih memilih diam. Sebab, ada keyakinan bahwa pilihan diam itu paling benar daripada bangsa ini perang saudara. Tetapi sekarang dirasakannya bahwa sikap diam itulah salah. Dengan tidak pernah bicara jika Sultan berbeda pendapat, ternyata rakyat tetap miskin setelah merdeka sekian tahun. Pesan-pesan itu terus dipegang dan menuntun KGPH Mangkubumi menuju tahta tertinggi di Keraton Yogyakarta. Dan, pesan ini akan terus bergema saat Sultan menuju Istana!</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>politik dan pemerintahan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Indonesia, politik dan pemerintahan</topic>
 </subject>
 <classification>320.9</classification>
 <identifier type="isbn">9786028174138</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>320.9 Art l</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">14892</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>320.9 Art l</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Laku_Spiritual_Sultan.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>4276</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-11-26 11:28:58</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>