<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="4211">
 <titleInfo>
  <title>Learning by Doing (Pendidikan Progresif Menurut John Dewey)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Dr. Sermada Kelen Donatus, M.A.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Prof. Dr. FX. Eko Armada Riyanto</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mustika, Gerry Andrian</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>ix + 88hlm: 22x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Di zaman millenial ini, pendidikan semakin dibutuhkan oleh semua orang. Bahkan bisa dikatakan, bahwa tidak ada orang yang ingin mendapatkan pendidikan yang rendah. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka semakin tinggi pula rasa percaya diri dan pekerjaan yang didapatnya. Hal ini terlihat sangat lumrah, karena mayoritas pemikiran manusia zaman ini berpikiran demikian. Akan tetapi, ini juga kiranya menjadi sebuah bahaya yang amat sangat menakutkan. Mengapa? Karena dengan demikian, pendidikan semata-mata hanya dilihat sebagai prestige dan juga alat untuk mencapai kesuksesan diri sendiri (kekayaan). Pendidikan dengan dasar demikian hanya akan membuat setiap orang yang mengenyam pendidikan berfokus pada hasil pembelajaran, tanpa memperhatikan pentingnya proses yang perlu dilalui dalam pendidikan. John Dewey sebagai salah satu filsuf dan juga psikolog dengan perhatian penuh pada pendidikan menentang dengan keras pendidikan yang hanya berfokus pada hasil. Menurutnya, pendidikan adalah proses keseluruhan pembelajaran, dari awal masuknya peserta didik, proses pembelajaran dan pemahamannya, serta hasil yang akan dicapainya. Peserta didik adalah subjek dan objek dari pendidikan, di mana mereka turut berperan dalam pembelajaran bagi diri mereka sendiri. Dewey sebagai salah satu filsuf pragmatis menekankan pentingnya pembelajaran dengan metode progresif. Metode progresif adalah metode pembelajaran yang bertujuan untuk mengolah potensi yang ada pada individu peserta didik ke arah yang lebih maju. Arah yang lebih maju yang dimaksud Dewey di sini yaitu bahwa peserta didik dapat mengerti apa yang dia pelajari secara keseluruhan termasuk juga di dalamnya bagaimana ilmu tersebut ada pengalaman dalam mempraktekkan ilmu tersebut dan apa yang dapat dia lakukan dalam prakteknya di tengah-tengah masyarakat. Metode pendidikan yang ditawarkan oleh Dewey ini berdasarkan pada pemahamannya tentang pragmatisme yang berpandangan bahwa keseluruhan aspek hidup manusia adalah apa yang menjadi tindakan mereka. Manusia yang hidup adalah manusia yang dapat bertindak dan bergerak. Maka dalam pemahamannya pun terhadap pendidikan dia harus lebih banyak diberikan kesempatan untuk tidak hanya mendengarkan, tetapi mengalami sendiri ilmu yang telah diberikan. Dalam metode pendidikan progresif guru sebagai pendidik juga memiliki tugas yang tidak mudah. Mereka harus memahami peserta didik yang mereka bina secara menyeluruh yaitu mengenai latar belakang, talenta pribadi dan juga peran yang dapat mereka ambil di dalam masyarakat. Pada akhirnya pendidikan progresif memberikan kesempatan yang sangat luas untuk mengembangkan segala potensi dalam diri peserta didik, karena kesadaran bahwa tidak semua peserta didik kelak akan bergelut pada ilmu dan teori tetapi juga akan lebih banyak dari mereka yang berfokus kepada hal-hal lain di luar akademis.</note>
 <subject authority="">
  <topic>pendidikan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2017</topic>
 </subject>
 <classification>370</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>370 Mus l</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">13.059</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>370 Mus l</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_baru.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>4211</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>