<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="4013">
 <titleInfo>
  <title>Logika:</title>
  <subTitle>Filsafat Berpikir</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Poedjawijatna, I.R.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Mutiara Agung</publisher>
   <dateIssued>1980</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>115hlm: 12,5x18cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Logika kami Indonesiakan filsafat berpikir. Yang berpikir itu manusia dan berpikir merupakan tindakan manusia. Tindakan ini mempunyai tujuan yaitu untuk tahu. Dalam pada itu manusia mempergunakan alat. Aturan atau teknik untuk mempergunakan alat tersebut. Kedua hal ini merupakan obyek logika dua hal itu pula merupakan bahan pembahasan buku ini. Semua judul yang terdapat pada buku ini berkisar dan harus berkisar pada dua hal tersebut. Bab-bab itu adalah sebagai berikut: (I) Logika dan manusia karena yang berlogika itu manusia. Dalam tindakan manusia yang kami sebut berpikir itu ia mempergunakan penjelmaan pikirnya itu dengan bahasa terutama dengan kata-katanya; (II) Dasar berpikir itu tidak lepas dari dasar realitas: adalah hukum realitas yang selaras dengan hukum berpikir; (III) Putusan dan pengertian: pikiran hasil berpikir itu kami namai putusan sebab manusia dalam memutuskan hasil tindakannya itu berlaku seperti hakim. Dalam putusan itu dipergunakan pengertian. Pengertian itu hanya tertentu artinya dalam putusan tertentu pula. Putusan dan pengertian tidak dapat dipisahkan; (IV) Jalan pikiran: manusia yang berpikir itu mungkin mengadakan gerak dari suatu putusan kepada putusan baru jadi seakan-akan berjalanlah pikiran itu. Berjalan itu harus harus mentaati aturan supaya jangan tersesat untuk mencapai tujuannya terakhir.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>logika</topic>
 </subject>
 <classification>160</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>160 Poe l</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">6182</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>160 Poe l</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Logika_Filsafat_Berpikir.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>4013</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-09-13 12:08:04</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>