<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3921">
 <titleInfo>
  <title>Masyarakat Terasing di Indonesia</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Koentjaraningrat</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Gramedia Pustaka Utama</publisher>
   <dateIssued>1993</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xii + 360hlm: 18x23,5cm</extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>Seri Etnografi Indonesia No. 4</title>
 </relatedItem>
</mods>
<note>Menyajikan data deskriptif mengenai sejumlah suku bangsa dan rumpun masyarakat terasing di Indonesia, yaitu biasanya suku-suku bangsanya kecil yang tinggal di pemukiman yang tidak tetap karena bermatapencaharian meramu sagu atau tanaman lain, atau karena mereka hidup bercocok tanam berpindah (ada juga yang menangkap ikan sambil mengembara di laut dan tinggal di dalam perahu). Suku-suku bangsa atau rumpun-rumpun seperti itu tersebar di seluruh Indonesia, yaitu di pedalaman Sumatra (orang Sakai), di Kepulauan Mentawai, di Banten (Orang Baduy), di daerah hulu sungai-sungai besar di Kalimantan (orang Punan), di Sumbawa Timur (orang Donggo), di Halmahera Utara (orang Tugutil), dan di banyak tempat di Irian Jaya terdapat pulau sejumlah kelompok seperti itu. Mereka umumnya menghuni daerah-daerah yang berada di luar jalur lalu-lintas ekonomi bangsa Indonesia, sehingga masyarakat dan kebudayaan mereka terisolasi dan terasing. Kebijaksanaan pemerintah (yakni departemen sosial dan lain-lain) adalah untuk membangun rakyat dan ekonomi mereka, serta memajukan kebudayaan mereka melalui pendidikan dan lain-lain. Reaksi mereka mengenai hal itu berbeda-beda. Banyak yang ingin maju secepat mungkin, agar mereka secepat mungkin melalui tahapan-tahapan kemajuan seperti apa yang kita harapkan semuanya dengan penduduk Indonesia lainnya di zaman modern ini, tetapi ada juga, seperti misalnya orang Baduy, yang tetap berusaha untuk bertahan dan menolak untuk mengubah kebudayaannya.</note>
<note type="statement of responsibility"></note>
<subject authority="">
 <topic>kebudayaan</topic>
</subject>
<subject authority="">
 <topic>desa</topic>
</subject>
<subject authority="">
 <topic>etnologi Indonesia</topic>
</subject>
<subject authority="">
 <topic>masyarakat terasing</topic>
</subject>
<classification>307.72</classification>
<identifier type="isbn">9795116762</identifier>
<location>
 <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
 <shelfLocator>307.72 Koe m</shelfLocator>
 <holdingSimple>
  <copyInformation>
   <numerationAndChronology type="1">8428</numerationAndChronology>
   <sublocation></sublocation>
   <shelfLocator>307.72 Koe m</shelfLocator>
  </copyInformation>
 </holdingSimple>
</location>
<slims:image>Masyarakat_Terasing_di_Indonesia.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>3921</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-05-07 09:36:01</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>