<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3896">
 <titleInfo>
  <title>Makna Kematian Menurut Karl Rahner (Sebuah Tinjauan Filosofis-Teologis dan Relevansinya bagi Kehidupan dan Karya Pastoral Gereja)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Kristoforus Bala, M.A.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Pramudita, Nicolas Gerardus Dimas</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>ix + 114hlm: 21,5x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kematian merupakan salah satu peristiwa yang dialami oleh setiap manusia secara universal. Kematian merupakan hal yang paling jelas dalam hidup manusia. Kematian selalu hadir di sepanjang hidup manusia dari awal hingga akhir kehidupan. Manusia tidak bisa mengelak dari pengalaman. Karena kematian tidak dapat diprediksikan kehadirannya, kematian sering dipandang sebagai hal yang menakutkan bagi kebanyakan orang. Ketika kematian menimpa seseorang, eksistensi diri manusia di dunia berakhir dan segala yang ia kerjakan berakhir pula. Setiap orang tentu tidak mengerti apa yang akan mereka alami dalam kematian. Ketidakjelasan ini membawa orang pada perasaan takut dan cemas dalam kehidupan. Karl Rahner, seorang teolog besar Gereja Katolik abad ke-20, menelaah pula peristiwa kematian dalam permenungan teologisnya. Dalam merefleksikan kematian, Rahner menggunakan metode transendental atau metode teologi antropologis. Permenungan Rahner dengan metode tersebut memiliki nuansa filosofis-teologis. Secara filosofis, kematian dipandang Rahner sebagai sebuah momen atau peristiwa yang berdimensi aktif maupun pasif. Kematian memiliki dimensi aktif karena dalam kematian, manusia menjalankan kebebasannya guna mencapai pemenuhan eksistensi dirinya. Selanjutnya, kematian memiliki dimensi pasif karena manusia harus menderita ketidakberdayaan dan kehancuran fisik dalam kematian. Dalam permenungan filosofis ini, Rahner melahirkan gagasan baru dalam refleksi tentang kematian, yaitu teori relasi pankosmik jiwa dan kematian sebagai sebuah wujud tindakan kebebasan manusia.</note>
 <subject authority="">
  <topic>Teologi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2015</topic>
 </subject>
 <classification>230</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>230 PRA m</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">11.025</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>230 Pra m</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_baru.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>3896</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>