<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3719">
 <titleInfo>
  <title>Manusia Sebagai Subjek yang Relasional dengan Allah sebagai Dasar Relasionalitas Manusia di Dunia (Sumbangan Teologi Kristiani Menghadapi Akar Krisis Humanisme)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>3. Dr. Yustinus</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Dr. Petrus Maria Handoko</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Robertus Wijanarko, Ph.D</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Selman, Willibrordus Krista</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xii + 167hlm; 21x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Konsep filosofis modern menempatkan manusia sebagai subjek otonom, pusat kesadaran dunia yang dapat secara bebas mengembangkan kreativitasnya. Kebebasan manusia baik dalam hal berpikir, bertindak maupun dalam bekerja, ditempatkan pula menjadi segala-galanya. Hal ini telah memunculkan sejumlah problem serius justru terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang sejatinya ingin diperjuangkan oleh filsafat modern itu sendiri (humanisme). Para filosof kontemporer sangat menyadari dampak buruk dari corak berpikir modern ini. Bagi para filosof kontemporer, yang lain adalah unsur konstitutif bagi eksistensi seorang manusia. Manusia tidak berada murni di dalam dirinya sendiri tetapi sudah selalu terkait dengan yang lain. Dunia merupakan unsur konstitutif bagi manusia pun sebaliknya. Pengalaman mengada di dunia adalah dasar bagi pemaknaan atas manusia. Aku tidak mungkin dipikirkan tanpa keterarahannya kepada orang lain dan tanpa ketergantungan pada mereka. Namun gagasan-gagasan filosofis ini masih membuka peluang bagi krisis humanisme baru. Penekanan yang berlebihan pada dimensi relasionalitas manusia dengan dunia mengasingkan manusia dari diri partikularnya. Personalitas manusia diganti dengan hubungan menurut struktur-struktur atau sistem-sistem dalam masyarakat. Di tengah konteks demikian Gereja harus pula merumuskan dirinya. Teologi Kristiani menyadari bahwa manusia dari hakekatnya selalu dalam relasinya dengan Allah. Inilah yang mendasari dan menjiwai segala bentuk relasi manusia dengan yang lain. Relasionalitas manusia dengan Allah dibuktikan dalam Kitab Suci sendiri dalam Kisah Penciptaan manusia dalam Kitab Kejadian. Manusia diciptakan menurut Gambar dan Rupa Allah. Hembusan nafas Allahlah yang telah menyebabkan manusia menjadi makhluk yang hidup. Puncaknya adalah pada diri Yesus sendiri yang oleh karena kebangkitanNya mengangkat manusia menjadi anak-anak Allah. Manusia kristiani adalah manusia yang selalu relasional dengan Allah.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Teologi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>TESIS 2011</topic>
 </subject>
 <classification>230</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>230 Sel m</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">09.01024</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>230 Sel m</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_TESIS_baru.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>3719</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-06-22 09:13:24</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>