<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="364">
 <titleInfo>
  <title>Para Jendral Marah-Marah</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Thukul, Wiji</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Majalah Tempo</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>37hlm: 13,5 x 20,5cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pagi itu kemarahannya disiarkan oleh televisi. Tapi aku tidur. Istriku yang menonton. Istriku kaget, sebab seorang Letnan Jendral menyeret-nyeret namaku. Dengan tergopoh-gopoh selimutku ditarik-tariknya, dengan mata masih lengket aku bertanya, mengapa? Hanya beberapa patah kata keluar dari mulutnya, Namamu di Televisi. Kalimat itu terus dia ulang seperti otomatis. Aku tidur lagi dan ketika bangun wajah jendral itu sudah lenyap dari televisi. Karena acara sudah diganti. Aku lalu mandi. Aku hanya ganti baju, celananya tidak. Aku memang lebih sering ganti baju ketimbang celana. Setelah menjemur handuk aku ke dapur. Seperti biasa mertuaku yang setahun lalu ditinggal mati suaminya itu, telah meletakkan gelas berisi berisi teh manis. Seperti biasanya ia meletakkan di sudut meja kayu panjang itu, dalam posisi yang gampang diambil. Istriku sudah mandi pula. Ketika berpapasan denganku kembali kalimat itu meluncur. Namamu di Televisi ternyata Istriku jauh lebih cepat mengendus bagaimana kekejaman kemanusiaan itu daripada aku.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>puisi Indonesia</topic>
 </subject>
 <classification>899.221</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>899.221 Thu p</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">4459</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>899.221 Thu p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Para_Jendral_Marah-Marah.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>364</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-12-08 11:37:11</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>