<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3634">
 <titleInfo>
  <title>Maria:</title>
  <subTitle>Figur yang Relasional dengan Allah Tritunggal Mahakudus [Buku: Berteologi Lintas Batas]</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Isharianto, Rafael (ed)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Suhardi, Arnold</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2006</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>viii + 113-126hlm: 15x21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>Seri Filsafat Teologi Widya Sasana; Vol.15 No.Seri 14, 2006</title>
 </relatedItem>
</mods>
<note>Pada mulanya adalah relasi, demikian kata Martin Buber. Penegasan ini hendak menyatakan bahwa bagi filsuf ini, relasi itu telah ada sebelum manusia dan segala ciptaan lain ada. Relasi itu kekal dan menjadi penyebab adanya segala ciptaan lain. Manusia dan segala ciptaan lain berada karena relasi. Maka takkan pernah ada tanpa relasi. Dan manusia di-ada-kan untuk berelasi, sebab relasi itu adalah kodratnya: ia lahir bersama manusia dan ada dalam diri manusia. Manusia, karenanya, takkan pernah berada secara isolatif. Sebab hal itu akan mengingkari kodratnya dan tujuan untuk apa ia diciptakan. Melalui seluruh hidup, sengsara, wafat dan kebangkitan PuteraNya, Allah memang telah membaharui secara definitif relasi antara diriNya dengan manusia. Namun, sebelum semua misteri keselamatan ini terlaksana, Allah telah terlebih dahulu menjalin relasi dengan orang melalui siapa PuteraNya akan menyertai umatNya di jalan-jalan dunia ini yang terlaksana dalam kepenuhan waktu karena karya Roh Kudus. Orang itu adalah Maria. Dan ikatan relasi dengan Maria itu masih terus Allah pertahankan hingga kini  karena di kaki salib Maria telah diberi tugas untuk menjadi ibu Kristus seluruhnya. Maka hidup dan peran Maria itu sangat relasional: terkait dengan Allah Bapa Allah Putera dan Allah Roh Kudus.</note>
<note type="statement of responsibility"></note>
<subject authority="">
 <topic>Teologi</topic>
</subject>
<subject authority="">
 <topic>mariologi</topic>
</subject>
<classification>230</classification>
<identifier type="isbn">14119005</identifier>
<location>
 <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
 <shelfLocator>230 Ish b</shelfLocator>
 <holdingSimple>
  <copyInformation>
   <numerationAndChronology type="1">12819-F</numerationAndChronology>
   <sublocation></sublocation>
   <shelfLocator>230 Ish b</shelfLocator>
  </copyInformation>
 </holdingSimple>
</location>
<slims:image>Berteologi_Lintas_Batas.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>3634</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-02-24 11:53:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>