<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3484">
 <titleInfo>
  <title>Mati atau Hidup:</title>
  <subTitle>Hilangnya Harapan Hidup dan Hak Asasi Manusia di Papua</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Haluk, Markus</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jayapura, Papua</placeTerm>
   <publisher>Honai Center dan Deiyai</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xxiv + 329hlm: 15x23cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Lima tahun terakhir ini konflik di Papua tak kunjung memperlihatkan akan reda. Kekerasan demi  kekerasan dan pelanggaran hak terjadi. Aksi demonstrasi damai menyuarakan aspirasi politik berujung pada penangkapan, penyiksaan, penahanan, dan bahkan pada tindakan penghilangan nyawa. Sudah terlalu banyak korban berjatuhan. Sudah terlalu dalam luka yang tertoreh dalam sanubari bangsa Papua. Sudah terlalu lama hidup dalam derita selama integrasi ke Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kondisi ini terus berlangsung saat militer Indonesia, baik polisi maupun tentara, menjadi elemen utama dalam menghadapi gelombang aspirasi politik yang terus bergerak. Pemerintah Indonesia terlihat diam, seakan menutup mata dan telinga, membiarkan tragedi kemanusiaan terus terjadi di Papua. Buku ini mengungkapkan berbagai gejolak dan situasi hak asasi manusia di Papua dari berbagai sektor: politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Buku ini juga mengungkapkan situasi hak asasi manusia yang terjadi di wilayah-wilayah zona konflik di Papua, seperti: Timika, Puncak Jaya, Jayapura, Degeuwo, dan Paniai. Selain kekerasan senjata eksploitasi sumber daya alam telah melahirkan konflik yang berujung pada pelanggaran hak asasi manusia.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>hak asasi manusia</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>kekerasan</topic>
 </subject>
 <classification>323</classification>
 <identifier type="isbn">9786021707135</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>323 Hal m</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">17929</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>323 Hal m</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Mati_atau_Hidup.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>3484</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-10-21 11:08:15</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>