<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3443">
 <titleInfo>
  <title>Meboya:</title>
  <subTitle>Kearifan Lokal Buleleng dan Retorasi Nilainya (Perspektif Kewaspadaan dan Ketahanan Nasional)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Wingarta, Putu Sastra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Sekolah Pascasarjana Univ. Gadjah Mada</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xv + 314hlm: 13x21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sebagai seorang peneliti sekaligus pengajar Putu Sastra Wingarta tidak saja percaya bahwa meboya-nya masyarakat Buleleng adalah sepenuhnya jelek atau negatif. Menariknya buku ini adalah bahwa belum ada satupun penelitian sejenis yang menempatkan Meboya sebagai paradigma cara berpikir dan berperilaku masyarakat yang sejatinya bisa menempatkan seseorang maupun sekelompok orang memiliki sikap maju, eling lan waspada, dan korektif terhadap apapun yang dialaminya. Baik yang sudah terjadi maupun yang belum terjadi. Proyeksi sikap jengah, pantang menyerah, tidak menerima begitu saja hal-hal baru (kritis), dan tidak selalu setuju adalah sesuatu hal yang menarik di dalam buku ini. Selain itu hadirnya buku ini perlu mendapatkan apresiasi secara positif. Karena kajian-kajian di dalamnya menunjukkan tingkat objektifasi yang proporsional, seperti pernyataan tidak harus membuang sikap Meboya masyarakat Buleleng. Demikian ini bukan karena terlanjur menjadi merek (brand) Buleleng, tetapi karena ada segudang nilai-nilai positif yang bisa ditemukan ketika kita ingin maju dan berhasil dalam mengerjakan sesuatu. Bahkan nilai-nilai negatif pun bisa direstorasi menjadi nilai-nilai positif yang produktif. Tergantung perspektif dan cara menggunakannya. Beberapa hal yang telah ditawarkan kepada sidang pembaca terhadap kemungkinan restorasi nilai-nilai Meboya adalah sangat rasional dan aplikatif. Mulai dari kebijakan para pengambil keputusan di Buleleng yang menggunakan dan menempatkan kembali nilai-nilai Meboya secara tepat dan benar, proporsional, dan profesional pada setiap produk regulasi hingga ke program-program implementatif.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>kebudayaan Bali</topic>
 </subject>
 <classification>306</classification>
 <identifier type="isbn">9786028683425</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>306 Win m</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">15622</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>306 Win m</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Meboya.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>3443</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-01-07 09:14:15</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>