<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3270">
 <titleInfo>
  <title>Membangun Gereja Misioner dalam Terang Ecclesia in Asia [Buku:</title>
  <subTitle>Membangun Gereja dari Konteks]</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sudhiarsa, Raymundus I Made</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Riyanto, F.X. Eko Armada (ed)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>Dioma &amp; STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2004</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xxiv + 224-238hlm: 17x24cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Mencermati judul di atas, Gereja misioner, sebenarnya terasa ada sesuatu yang berlebihan atau overlapping. Sebagaimana sering kali ditegaskan oleh dokumen-dokumen Gereja (mis. Ad Gentes 2, 35; Evangelii Nuntiandi 59; Kanon 781 dari Kitab Hukum Kanonik), ungkapan Gereja pada intinya sudah mengandung makna misioner&quot;. Menurut asal usulnya  Gereja lahir dari perutusan Allah Putra dan Allah Roh Kudus dalam kesatuan dengan rencana Allah Bapa (Ad Gentes 2-4) dan ia ada untuk diutus sebagai 'sakramen universal keselamatan' (Ad Gentes 1; Lumen Gentium 48). Meskipun demikian judul ini tetap dirumuskan demikian dengan maksud untuk memberikan aksentuasi pada komitmen dasar hidup menggereja dalam konteks negara-bangsa Indonesia. Tulisan ini bermaksud untuk mengangkat kembali dua ciri utama hidup beriman kristiani (Gereja) yakni pendalaman hidup internalnya (communio) dan tanggung jawab eksternalnya (missio). Communio dan missio merupakan dua karakter yang menjelaskan identitas Gereja. Yang pertama berhubungan dengan pembangunan komunitas gerejani yang hidup dan dinamis sedangkan yang kedua merujuk kepada partisipasi Gereja dalam membangun manusia seutuhnya dan kebudayaan yang manusiawi. Tetapi dengan catatan kedua karakter ini merupakan agenda yang belum selesai atau lebih tepat agenda yang tidak pernah selesai. Untuk maksud itu Amanat Apostolik Paus Yohanes Paulus II  Ecclesia in Asia (1999) akan dipakai sebagai cermin untuk mengulas tema di atas tanpa intensi untuk membahas dokumen Takhta Suci tersebut in se.&quot;</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Teologi</topic>
 </subject>
 <classification>230</classification>
 <identifier type="isbn">9793500204</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>230 Riy m</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">12046-N</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>230 Riy m</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Membangun_Gereja_dari_Konteks.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>3270</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-31 10:07:17</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>