<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3267">
 <titleInfo>
  <title>Seks dan Kekerasan Pada Zaman Kolonial</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Suyono, R.P.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Grasindo</publisher>
   <dateIssued>2005</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>ix + 384hlm; 14x21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Yang cukup sering ditampilkan di buku ini adalah masalah perburuhan, mulai dari zaman Belanda hingga zaman Jepang. Pada zaman kolonial Belanda, perburuhan di Indonesia terjadi awalnya dengan sistem sewa, tetapi lama-kelamaan malah mendekati perbudakan. Zaman Jepang pun sama, tetapi istilahnya berbeda: kerja paksa. Kerja paksa, baik dari zaman Belanda maupun Jepang, sudah menelan puluhan ribu orang Indonesia yang dipaksa bekerja dengan jam kerja tanpa henti. Entah itu kesehatan yang mengenaskan ataupun kematian. Yang paling miris adalah kisah pekerja paksa Indonesia ketika Jepang menyerah terhadap sekutu. Seluruh orang Indonesia yang dipaksa bekerja ditinggalkan begitu saja dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Mereka kurus kering dan hanya berbalutkan celana berbahan karung goni. Mereka berjalan mencari jalan pulang untuk kembali ke kampung halaman dengan terseok-seok sambil mencari sisa-sisa makanan yang bisa ditemukan di jalan. Jika kampung halamannya dekat, mereka bisa langsung pulang. Tapi, yang paling memprihatinkan jika kampung halaman mereka jauh karena Jepang mengirim mereka ke daerah pedalaman atau negara-negara Asia lainnya. Menurut Suyono, di Stasiun Tanah Abang penuh dengan orang Indonesia yang tiba dari kerja paksa akibat Jepang kalah terhadap sekutu. Mungkin, sebagian dari mereka bisa kembali kepada keluarganya, tetapi banyak juga yang meninggal dunia karena kondisi fisik yang begitu mengenaskan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Indonesia-sejarah</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>kekerasan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>perkosaan</topic>
 </subject>
 <classification>959.8</classification>
 <identifier type="isbn">9797590712</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>959.8 Suy s</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">12399</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>959.8 Suy s</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Seks_dan_Kekerasan.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>3267</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-12 11:59:38</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>