<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3065">
 <titleInfo>
  <title>Mencungkil Sumbatan Toleransi</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Suminar, D. Lintang (ed)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Kanisius</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>304hlm; 12x19cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ada tiga pola dimensi beragama yang dalam buku ini disebut memengaruhi sikap keagamaan seseorang. Pertama, supernatural dan transendental. Pola ini adalah pola hubungan intim pemeluk agama dengan kekuatan suprastruktur di luar dirinya seperti meyakini sifat-sifat imajiner Tuhan, menginspirasi para Nabi, dan meneladani tokoh-tokoh spiritual yang dianggap berpengaruh terhadap kehidupannya. Kedua, pola komunikasi internal. Pemeluk agama secara psikologis membangun keyakinan primordialnya dengan sesama yang memiliki keyakinan tak berbeda. Pola ini ada dalam dimensi relasional antar pemeluk agama. Mereka saling meyakinkan, meneguhkan keimanan dan praktik kesalehan. Pola ini tak memantik ketegangan, bahkan menumbuhkan kesejukan. Ketiga, pola komunikasi eksternal. Orang akan mudah bersikap represif karena bertemu dengan kelompok lain yang berbeda identitas dan keyakinan. Dimensi ini sarat konflik dan ketegangan. Apalagi kepercayaan orang lain itu dianggap sebagai benalu keyakinannya. Dalam tiga aras dimensi beragama itulah, toleransi tersumbat. Satu tawaran dari buku ini untuk keluar dari tersumbatnya kehidupan beragama yang intoleran itu adalah dengan mengintegrasikan ketiga dimensi itu dalam satu terminologi: teologi pluralisme. Fanatisme beragama timbul karena selain latar belakang sosial, politik, ekonomi dan budaya, juga disebabkan oleh runtuhnya sikap saling menghargai. Dalam pluralisme teologis, keintiman berkomunikasi dengan Tuhan itu sinergis dengan keintiman komunikasi dengan sesama umat beragama (internal) dan antarumat beragama (eksternal). Pluralisme seperti tersirat dalam buku ini adalah sebuah kesadaran teologis yang menganggap sah setiap keyakinan kita, namun tetap ada kemungkinan mengandung kesalahan. Sebaliknya, keyakinan orang lain mungkin saja sah dianggap salah, tetapi ada kemungkinan terkandung kebenaran. Sesuatu yang dipegang bukan sah dan benar, melainkan Tuhan. Menyembah Tuhan adalah laku pluralisme. Pluralisme bukan menyembah fanatisme kebenaran.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Agama, kerukunan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>kerukunan antar umat beragama</topic>
 </subject>
 <classification>291.172</classification>
 <identifier type="isbn">9789792128710</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>291.172 Sum m</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">16154</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>291.172 Sum m</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Mencungkil_Sumbatan_Toleransi.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>3065</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-02-25 08:54:54</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>