<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3000">
 <titleInfo>
  <title>Menerjang Badai Kekuasaan:</title>
  <subTitle>Meneropong Tokoh-tokoh dari Sang Demonstran, Soe Hok Gie, sampai Putra Sang Fajar Bung Karno</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dhakidae, Daniel</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Santoso, F. Harianto (ed)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Penerbit Buku Kompas</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xiv + 450hlm; 15 x 23 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kekuasaan dan relasi kekuasaan bermain di dalam hidup para tokoh yang dibahas buku ini. Mereka adalah tokoh utama dan bukan utama, yang membuat sejarah, dalam arti seluas-luasnya. Dalam buku ini, sejarah besar sebagai narasi besar diambil-alih dan dimainkan dalam sejarah kecil dan narasi kecil menurut perannya masing-masing yang tinggi dan rendah, terpandang dan tidak terpandang, dan dalam dunia terang dan gelap. Semua tokoh yang dibahas dalam buku ini berada dalam satu Keranjang yaitu perlawanan lewat cara mereka masing-masing terhadap kekuasaan. Ada yang terbuka di depan publik, tapi ada juga yang diam-diam dalam kesendirian. Ada yang berhasil, tapi banyak juga yang gagal sampai maut menjemputnya. Yang mencapai keberhasilan pun sebenarnya tidak berhasil sesungguh-sungguhnya karena tidak ada satu pun yang mampu mencapai cita-cita yang digantungkan di langit, sebagaimana dikatakan Bung Karno. Akhirnya, mencapai puncak keberhasilan bukan lagi tujuan bagi semua tokoh yang dibahas karena seperti Sisyphus yang mengangkat batu, mereka berusaha melawan nasib, dan dalam proses perlawanan itu senantiasa jatuh lagi, bangun lagi, dan jatuh lagi. Karena itu, menerjang badai akhirnya menjadi jauh-jauh lebih penting karena itulah yang merumuskan siapa mereka dan harkat hidupnya.</note>
 <subject authority="">
  <topic>Biografi sejarawan</topic>
 </subject>
 <classification>928</classification>
 <identifier type="isbn">9787977099824</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>928 Dha m</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">19038</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>928 Dha m</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Menerjang_Badai_Kekuasaan.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>3000</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>