<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="2982">
 <titleInfo>
  <title>Mengapa Anak Saya Suka Melawan dan Susah Diatur?</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Wiyono, Edy</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Grasindo</publisher>
   <dateIssued>2008</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>vii + 120hlm; 21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Mengapa Anak Saya Suka Melawa dan Sulit Diatur? adalah pertanyaan yang seringkali dijumpai dalam kehidupan sehari-hari ketika kita mendampingi anak. Dengan cara yang sederhana dan ringan, Ayah Edy membawa kita untuk mampu merefleksikan diri sendiri ketika kita menjalani proses pendampingan anak. Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya menjadi anak yang manis, yang tidak suka melawan atau menurut saja. Tapi pada kenyataannya, terkadang atau bahkan sering, anak kita melakukan tindakan yang sebaliknya; tidak bisa duduk tenang, suka melawan, tidak mau diatur. Ada juga orangtua yang kebingungan dengan laporan yang didapatkan dari sekolah karena ternyata anaknya di sekolah luar biasa usilnya, tidak mau diam, dan selalu menjadi trouble maker di kelas. Padahal di rumah, dikenal sebagai anak yang manis dan penurut. Sebaliknya dari sisi anak, mereka seringkali menghadapi orangtua mereka yang tidak konsisten dengan ucapan mereka sendiri seperti melarang anak menonton televisi, tapi justru orangtua menonton sinetron pada jam anak belajar. Anak juga sering mendapati orangtuanya tidak kompak dalam menghadapi persoalan yang sama. Bahkan si anak sering mendapat perlakuan tidak hormat dari orang tuanya.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Anak</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>pendidikan anak</topic>
 </subject>
 <classification>372</classification>
 <identifier type="isbn">9789790252561</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>372 Wiy m</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">14763</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>372 Wiy m</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Mengapa_Anak_Saya_Suka_Melawan.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>2982</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-05-21 10:31:55</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>