<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="2979">
 <titleInfo>
  <title>Mengapa Harus Salib? Kumpulan Renungan Tentang Sengsara dan Kebangkitan Kristus</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Darmaputera, Eka</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Gloria Graffa</publisher>
   <dateIssued>2004</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Salib adalah misteri. Tidak terjangkau otak manusia, yang paling mumpuni sekalipun. Betapa tidak, bagaimana mungkin Allah mengizinkan Kristus, Putra TunggalNya, menempuh jalan laknat itu?! Tidak adakah jalan lain?! Bagaimana mungkin simbol keterkutukan dijadikan simbol kemuliaan?! Gelap. Maka, pun ketika ribuan lembar buku dan ratusan judul lagu ditulis untuk mengungkapkannya, mengapa harus salib? tetap akan menjadi pertanyaan. Tanpa jawaban yang memuaskan. Namun, itu baik. Dengan begitu manusia akan terus tertantang, terpacu, dan terdorong untuk menggumulinya, menggelutinya. Bukankah manusia adalah makhluk yang selalu ingin tahu? Semakin sesuatu itu gelap, semakin pula ia tertarik untuk mendekatinya. Terhadap realitas salib juga akan begitu. Ia akan mengerahkan seluruh daya dan upaya untuk bereksplorasi ke dalam; mencari dan menikmati bulir-bulir mutiara kehidupan darinya. Oleh karena itu, salib bukan lagi benda asing tanpa makna, tetapi jalan kita untuk datang lebih dekat kepadaNya. Sebuah strategi Allah yang brilian? Bisa jadi. Semua tulisan dalam buku kecil ini boleh dikata adalah hasil eksplorasi itu.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>hidup kekristenan</topic>
 </subject>
 <classification>248.4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>248.4 Dar m</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">11848</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>248.4 Dar m</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Mengapa_Harus_Salib.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>2979</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-02-24 12:46:29</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>