<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="2869">
 <titleInfo>
  <title>Menggambarkan Iman Lewat Ikon [Buku:</title>
  <subTitle>Iman dan Seni Religius]</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Pareira, Berthold Anton</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Firmanto, Antonius Denny (ed)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>iv + 265-271hlm: 15x21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>Seri Filsafat Teologi Widya Sasana Vol.24 No.Seri 23, 2013</title>
 </relatedItem>
</mods>
<note>Gambar dan lukisan menyertai penghayatan iman Gereja sudah sejak awal. Kebanyakan lukisan bersifat naratif. Teologi lukisannya bersifat naratif. Hal ini sesuai benar dengan iman kita yang bersifat naratif. Tetapi, ada juga yang tidak bersifat naratif seperti ikon dari tradisi Gereja-gereja Timur. Sudah lama saya tertarik kepada ikon dan ingin mengetahuinya lebih baik. Apakah sebenarnya ikon itu? Apa ciri-cirinya dan apa yang membedakan dari lukisan-lukisan yang lain? Menurut KKBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) ikon adalah lukisan, gambar, gambaran pada panel kayu yang digunakan dalam kebaktian gereja Kristen Ortodoks. Pemberian arti ini sudah baik, tetapi perlu ditambahkan bahwa Gereja Katolik ritus Timur juga menggunakannya dan tidak terbatas pada kebaktian liturgi. Kamus Inggris Oxford memberikan arti yang lebih luas yakni (dalam Gereja Ortodoks) suatu gambar atau patung dari seorang kudus yang dipandang pula sebagai benda suci (a painting or satue of a holly perso that is also thought of as holy object). Penghormatan terhadap ikon merupakan salah satu dari ketiga unsur pokok Spiritualitas Gereja Timur yakni perayaan Liturgi yang agung, dinding ikon (ikonostasis) yang memisahkan ruang yang paling suci dengan bagian lain dari gereja dan doa hati. Ikon berasal dari kata Yunani eikon. Kata ini kemudian digunakan dalam konteks iman. Pemahaman kita tentang ikon tidak bisa dilepaskan dari iman, dari teologi, dari refleksi iman. Ikon berkembang dalam konteks iman, maka untuk memahami ikon kita harus melihat iman kita terlebih dahulu.</note>
<note type="statement of responsibility"></note>
<subject authority="">
 <topic>Teologi</topic>
</subject>
<subject authority="">
 <topic>Ikon</topic>
</subject>
<classification>230</classification>
<identifier type="isbn">14119005</identifier>
<location>
 <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
 <shelfLocator>230 Fir i</shelfLocator>
 <holdingSimple>
  <copyInformation>
   <numerationAndChronology type="1">17834-S</numerationAndChronology>
   <sublocation></sublocation>
   <shelfLocator>230 Fir i</shelfLocator>
  </copyInformation>
 </holdingSimple>
</location>
<slims:image>Iman_dan_Seni_Religius.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>2869</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-02-24 11:18:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>