<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="2857">
 <titleInfo>
  <title>Menggugah Etika Bisnis Orde Baru</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Noer, Rosita S.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Pustaka Sinar Harapan</publisher>
   <dateIssued>1998</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xx + 129hlm: 14,5x21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pembangunan ekonomi selama masa Orde Baru tidak hanya berhasil memarakkan kegiatan bisnis nasional sampai tingkat pertumbuhan tinggi, yang juga melambungkan nama-nama pengusaha papan atas Indonesia ke pentas aktivitas perekonomian global. Orang juga menyaksikan lalu mengurut dada berbagai sepak terjang pelaku bisnis yang sulit digolongkan sesuai dengan nilai-nilai etika dan atau moral bangsa yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat. Masyarakat yang berideologi Pancasila. Dengan gaya ilmiah populer, buku ini mengamati fenomena rendahnya penegakkan nilai-nilai etika di dunia bisnis Indonesia selama masa Orde Baru (1966-1996). Lebih dari sekedar melakukan pengamatan, penulisnya mencoba menguak fenomena tersebut dengan berbagai pertanyaan-pertanyaan yang bernada menggugat. Antara lain: Mengapa pelaku bisnis melanggar nilai-nilai etika? Mengapa pengusaha yang telah menerima beragam ajaran tentang moral tanpa perasaan bersalah mematikan pelaku bisnis lainnya? Mengapa mereka tak mengindahkan kepentingan masyarakat luas sebagai konsumen, yang nota bene adalah penyangga kelangsungan bisnis mereka? Lembar demi lembar buku ini akan memberikan jawabannya.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>etika bisnis</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>bisnis</topic>
 </subject>
 <classification>174.4</classification>
 <identifier type="isbn">9794165093</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>174.4 Noe m</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">9469</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>174.4 Noe m</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Menggugah_Etika_Bisnis_Orde_Baru.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>2857</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-01-19 09:41:33</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>