<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="2800">
 <titleInfo>
  <title>Mengorganisir Rakyat:</title>
  <subTitle>Refleksi Pengalaman Pengorganisasian Rakyat di Asia Tenggara</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tan, Jo Hann</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>SEAPCP-REaD</publisher>
   <dateIssued>2003</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xi + 133hlm: 17x24cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Proses pengorganisasian rakyat harus memperhitungkan semua hubungan ketidakadilan dan penindasan yang didalamnya rakyat dengan senyatanya memerankan diri dan mengalami berbagai keadaan apa-adanya, ibarat suatu gambar hidup yang tertayangkan di layar lebar. Tugas seorang pengorganisir rakyat adalah memfasilitasi seluruh proses penuh pertentangan tersebut agar dapat ditonton secara jelas dan lengkap oleh rakyat yang, atas dasar penyaksian mereka sendiri, mampu melakukan tindakan-tindakan bersama untuk menghadapinya sesuai dengan keadaan mereka yang khas. Selama lebih dari 20 tahun, Jo Hann Tan dan Roem Topatimasang telah melakukan pengorganisasian rakyat di Malaysia, Indonesia, dan di beberapa negara Asia Tenggara lainnya. Kini Mereka berdua untuk pertama kalinya menuliskan pengalaman dan refleksi mereka dalam buku kecil ini. Ini memang bukan buku yang bercerita tentang kisah kepahlawanan yang penuh kemashuran dari penulisnya. Justru buku ini hendak membongkar mitos kepahlawanan itu sendiri dengan mengatakan bahwa seorang pengorganisir rakyat baru dianggap berhasil jika sang pahlawannya adalah rakyat itu sendiri, bukannya sang pengorganisir. Mengorganisir bukanlah kerja cari makan, maka masih inginkan Anda menjadi seorang pengorganisir rakyat? Hal terjelek yang banyak terjadi selama ini adalah para pengorganisir atau organisasinya yang malah menjadi 'bintang' atau 'pahlawan' rakyat. Satu kunci keberhasilan proses pengorganisasian adalah memfasilitasi mereka rakyat sampai akhirnya mereka dapat memiliki suatu pandangan dan pemahaman bersama mengenai keadaan dan masalah yang mereka hadapi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>pendidikan masyarakat desa</topic>
 </subject>
 <classification>307</classification>
 <identifier type="isbn">9799723329</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>307 Tan m</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">11457</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>307 Tan m</shelfLocator>
   </copyInformation>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">12295</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>307 tan m</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Mengorganisir_Rakyat.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>2800</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-03-04 08:23:37</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>