<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="2756">
 <titleInfo>
  <title>Menjadi Gereja yang Bergelimang Lumpur:</title>
  <subTitle>Telaah Singkat Anjuran Apostolik Paus Fransiskus Evangelii Gaudium</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Viktorahadi, Bhanu</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Kanisius</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>viii + 77hlm: 12x19cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sepatunya bergelimang lumpur di jalan. Sekarang kita melihat bahwa tugas pewartaan Kabar Sukacita bergerak dalam keterbatasan bahasa dan tempat. Tugas tersebut berupaya mengomunikasikan secara lebih efektif kebenaran Injil dalam konteks yang khas. Jika kesempurnaan menjadi mustahil, tanpa meninggalkan kebenaran, kebaikan, dan cahaya yang bisa dibawanya, hati misioner menyadari keterbatasan ini dan membuat dirinya menjadi lemah bersama yang lemah menjadi semuanya bagi semua (1Kor. 9:22). Hati misioner tidak pernah menutup diri, tidak pernah berbalik kepada keamanan dan kenyamanan diri, tidak pernah memilih menjadi kaku dan gemar mempertahankan diri. Ia menyadari bahwa pengertiannya tentang Injil serta kemampuannya untuk mempertimbangkan jalan-jalan Roh Kudus juga harus tumbuh, dan dengan demikian ia selalu melakukan kebaikan semampu mungkin, bahkan jika dalam prosesnya, sepatunya bergelimang lumpur di jalanan (Paus Fransiskus, EG. 45).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>hidup kekristenan</topic>
 </subject>
 <classification>248.4</classification>
 <identifier type="isbn">9789792142518</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>248.4 Vik m</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">18699</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>248.4 Vik m</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Menjadi_Gereja_yang_Bergelimang_Lumpur.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>2756</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-02-25 10:27:51</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>