<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="27">
 <titleInfo>
  <title>Ilmu Budaya Dasar:</title>
  <subTitle>Suatu Pengantar</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Soelaeman, M. Munandar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Eresco</publisher>
   <dateIssued>1992</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xii + 195hlm: 14x21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Buku ini berjudul Ilmu Budaya Dasar; Suatu Pengantar karena yang disajikan didalamnya meliputi berbagai pemikiran dan pembicaraan di sekitar kebudayaan yang menunjang terciptanya suatu wawasan ilmu budaya dasar. Ilmu Budaya Dasar (IBD) sebagai mata kuliah dasar umum (MKDU) diberikan kepada mahasiswa-mahasiswa di seluruh perguruan tinggi negeri atau swasta, bertujuan untuk mengembangkan daya tangkap, persepsi, penalaran dan apresiasi terhadap lingkungan budaya. Hal ini penting disebabkan oleh dua hal yaitu, Tema-tema ilmu budaya dasar merupakan tema-tema inti permasalahan dasar manusia yang dialami dan dihadapi seperti tema-tema yang telah disusun oleh Konsorsium Antar Bidang Depdikbud yang meliputi cinta kasih, keindahan, penderitaan, keadilan, pandangan hidup, tanggung jawab dan keadilan, kegelisahan dan harapan. Pada zaman sekarang terdapat kecenderungan bahwa ilmu atau ilmuwan sering mengabaikan masalah sikap dan perilaku moralnya sendiri terhadap sesama manusia. Yang ada dalam pikiran ilmuwan adalah menguak tabir aspek ontologis dan epistemologis demi mencapai kelezatan hidup materialnya saja. Ilmuwan dalam menerapkan ilmunya (segi aksiologisnya) sering mengabaikan unsur manusiawinya, kurang berbudaya dan tidak halus. Padahal, pembangunan nasional itu pada hakikatnya adalah pembangunan manusia.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>kebudayaan</topic>
 </subject>
 <classification>306</classification>
 <identifier type="isbn">9798020391</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>306 Soe i</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">6213</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>306 Soe i</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Ilmu_Budaya_Dasar-Pengantar.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>27</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-23 12:03:55</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>