<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="245">
 <titleInfo>
  <title>Ecstasy Gaya Hidup:</title>
  <subTitle>Kebudayaan Pop dalam Masyarakat Komoditas Indonesia</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ibrahim, Idi Subandy (ed)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Mizan</publisher>
   <dateIssued>1997</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>394hlm: 15,5 x 23,5cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Mengapa kalau lapar ke McDonald's dan bila haus mesti minum coca cola? Mengapa shopping malls kian menjamur sementara pasar-pasar tradisional mulai menyusut? Mengapa produksi telepon selular terus digenjot sementara fasilitas telepon umum cenderung stagnan? Mengapa produksi mobil pribadi kian menderas sementara kendaraan umum senantiasa kekurangan? Gaya hidup berikut simbol-simbolnya saat ini tengah mengguncang struktur kesadaran manusia. Masyarakat cenderung terserap dalam keperkasaan kebudayaan pop yang kian hegemonik dengan segala atributnya. Gaya hidup telah menjadi komoditas dan dalam menapaki kehidupannya kebanyakan orang tampak lebih mementingkan kulit ketimbang 'isi'. Buku ini mencoba menunjukkan di balik semua fenomena di atas ada mesin besar ideologi gaya hidup, ideologi waktu senggang, halusinasi haus kenikmatan dan mitologi penampilan diri yang mendorong manusia modern untuk terus mengkonsumsi demi kehidupan yang 'wah' dan penuh hura-hura. Gelombang kebudayaan pop dalam masyarakat komoditas Indonesia ditelusuri dari pelbagai sudut pandang oleh para pakar yang kompeten di bidangnya. Buku ini berguna bagi para pengkaji kebudayaan Indonesia, pemerhati industri hiburan, pengkaji sastra dan seni populer, serta para dosen dan mahasiswa dalam disiplin komunikasi dan politik.</note>
 <subject authority="">
  <topic>kebudayaan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>sosial, perubahan</topic>
 </subject>
 <classification>303.4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>303.4 Ibr e</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">8565</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>303.4 Ibr e</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Ecstasy_Gaya_Hidup.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>245</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>