<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="241">
 <titleInfo>
  <title>Don't Send Me Flower Again:</title>
  <subTitle>Perempuan dan Kekerasan (Tinjauan Teologi Feminis)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Natar, Asnath Niwa (ed)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Yayasan Taman Pustaka Kristen Indonesia</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xiv + 226hlm: 13,5 x 20,5cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tema yang diangkat dalam buku yang berjudul Don't Send Me Flower Again ini adalah Perempuan dan Kekerasan. Judul ini didasarkan pada fakta lingkaran kekerasan yang dialami oleh kaum perempuan yang dimulai dengan kekerasan, kemesraan (pemberian bunga permohonan maaf), kekerasan, kemesraan... begitu terus hingga pada kematiaannya pun suami masih mengirimkan bunga di puasaranya. Saat ini kaum perempuan tidak menginginkan bunga tetapi yang diinginkan adalah 'Stop Kekerasan!'. Kekerasan yang dialami perempuan merupakan masalah klasik yang hingga saat ini belum bisa dituntaskan. Kekerasan terhadap perempuan tidak hanya terbatas pada kekerasan fisik belaka namun juga kekerasan psikis, ekonomi dan seksual baik yang terjadi di dalam keluarga, masyarakat ataupun negara. Kekerasan terhadap perempuan adalah wujud dari kesengajaan posisi tawar dan relasi kuasa antara laki-laki dan perempuan yang mengarah pada dominasi dan diskriminasi oleh laki-laki kepada perempuan. Perjuangan untuk menghentikan tindak kekerasan yang kerap terjadi menuntut keterlibatan semua pihak dengan mengarah akan berbagai pendekatan yang konstruktif. Salah satu pendekatan yang dipakai adalah pendekatan penyadaran pemahaman secara akademis yang diharapkan dapat mengubah paradigma berpikir patriakhi penyumbang tindak kekerasan. Dan bersyukur bahwa kesadaran tersebut muncul dalam kesepakatan Peruati DIY untuk menerbitkan tulisan bersama dalam sebuah buku dengan tema 'Perempuan dan Kekerasan'. Semoga buku ini bermanfaat dalam upaya penyadaran akan realitas kekerasan yang terjadi dan memikirkan cara-cara terbaik untuk mengatasinya.</note>
 <subject authority="">
  <topic>Wanita</topic>
 </subject>
 <classification>305.42</classification>
 <identifier type="isbn">9786021788332</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>305.42 Nat d</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">18041</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>305.42 Nat d</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Don%2527t_Send_Me_Flower_Again.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>241</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>