<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="2322">
 <titleInfo>
  <title>Monsinyur Willekens, SJ.:</title>
  <subTitle>Uskup Perintis Pribumisasi Pendidikan, Iman, dan Pelayan Rohani Umat Katolik Indonesia</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Widhiasta, Paulus Widyawan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>OBOR</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xviii + 235hlm; 15x23cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Monsinyur Willekens, SJ telah tiada, namun jasanya dalam mengakarkan iman Katolik di bumi Nusantara ini tetap terkenang abadi. Sejak menjabat Vikaris Apostolik, dia telah menentukan pilihan. Pilihannya itu adalah meletakkan hati dan pikirannya untuk pendidikan imam dan pelayan rohani umat serta perkembangan iman yang mempribumi. Dia telah memenuhinya dan tindakannya berbuah banyak: Menjadi Vikariat Apostolik Batavia (1934-1952). Pendiri Seminari Tinggi Santo Paulus, Kentungan, tempat mendidik calon imam pribumi. Pendiri Kongregasi Suster Abdi Dalem Sang Kristus. Mendorong pengesahan Kongregasi Bruder Rasul sebagai kongregasi keuskupan. Membuka asrama seminari di Jalan Lapangan Banteng (1950). Pada tahun 1952, seminari ini dipindahkan ke Tangerang. Mengusahakan pendirian tempat-tempat ibadah, sekolah-sekolah, dan rumah sakit. Beliau juga mempunyai perhatian besar terhadap pers. Tampak dengan diterbitkannya dwimingguan Penabur (1946) untuk masalah kemasyarakatan dan mingguan De Katholieke Week (1947)-sekarang dikenal dengan Majalah HIDUP untuk masalah kekatolikan. Betapa tidak, Monsinyur Willekens, SJ adalah soko guru iman pribumi, Uskup perintis pribumisasi pendidikan dan pelayan rohani umat di Indonesia, yang telah meletakkan hati dan pikirannya, hingga meninggalnya, hanya untuk umat pribumi. Buku ini menggurat lika-liku perjalanan hidup dan panggilan beliau dari Reussel tempat kelahirannya, hingga Kerkhoff Muntilan tempat jasadnya dikebumikan. Bulir-bulir padi emas yang telah ia semaikan menjadi teladan dan inspirasi berharga.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>biografi (Uskup Willekens, SJ)</topic>
 </subject>
 <classification>922.2</classification>
 <identifier type="isbn">9795655159</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>922.2 Wid m</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">15362</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>922.2 Wid m</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Monsinyur_Willekens.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>2322</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-02-01 10:15:01</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>