<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="2303">
 <titleInfo>
  <title>Moralitas Teknik Sel Induk (Suatu Tinjauan Etika Kristiani)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Dr. Yustinus</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Dr. Benny Phang Khong Wing</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Pareira, Evencio vas Cardoso</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xii + 148hlm; 21x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam berbagai bidang mengalami kemajuan yang pesat dalam abad ini. Salah satunya ialah ditemukannya berbagai macam metode pengobatan dalam dunia medis. Sel induk menjadi salah satu penemuan penting dalam bidang biomedis karena dianggap jawaban atas berbagai penyakit yang belum ditemukan obatnya hingga saat ini. Dengan potensi dasar yang dimilikinya, sel induk dapat digunakan sebagai obat regeneratif untuk pengobatan terapeutis beberapa macam penyakit degeneratif dan penyakit keturunan. Secara umum sel induk dibagi menjadi dua macam, yaitu sel-sel induk dewasa (adult stem cells) dan sel-sel induk embrionik (embryonic stem cells). Dalam sejarah perkembangannya, sel induk dewasa telah lama diteliti dan  berhasil digunakan dalam pengobatan terapeutis untuk beberapa penyakit.  Sementara itu, sel induk embrionik masih relatif baru dalam penelitian dan belum teruji keamanannya. Dengan kemampuannya yang dianggap lebih besar daripada sel induk dewasa, sel induk embrionik menarik banyak perhatian dari para ilmuwan untuk meneliti dan mengembangkannya lebih lanjut. Akan tetapi teknik sel induk ini berhadapan dengan banyak persoalan moral dan etika, terutama karena penggunaan embrio manusia yang hidup sebagai bahan untuk memperoleh benih-benih sel induk embrionik. Pengambilan benih-benih sel induk (inner cell mass) mengakibatkan kematian pada embrio manusia yang hidup. Pertanyaan moral utama yang muncul ialah bolehkah menggunakan embrio manusia yang hidup sebagai bahan untuk memperoleh sel-sel induk embrionik? Jawaban atas pertanyaan tersebut bergantung pada pandangan mengenai identitas dan status moral embrio manusia. Apakah embrio itu manusia? Lebih lanjut, dari sisi medis sendiri, pertanyaan yang muncul ialah apakah teknologi untuk menjadikan sel induk embrionik sebagai obat regeneratif telah berkembang dengan sempurna? Apakah sel induk embrionik aman untuk digunakan? Ada kelompok yang mendukung dan ada yang menolak penelitian serta pengembangan sel induk embrionik. Gereja katolik hadir sebagai salah satu pihak yang ikut menyikapi persoalan-persoalan yang muncul tersebut. Untuk menyikapi suatu persoalan, diperlukan suatu pengetahuan mengenai persoalan yang muncul sehingga suatu sikap yang benar dapat diambil. Maka pertanyaannya ialah, apa fakta-fakta biologis dari riset dan penggunaan sel induk untuk terapi pengobatan? Bagaimana posisi serta pandangan etika moral Kristiani terhadap riset dan aplikasi teknologi sel induk? Apa prinsip dasar serta argumentasi Gereja untuk menilai dan menyikapi penemuan tersebut? Karya tulis ini secara garis besar hendak melihat bagaimana posisi dan pandangan Gereja Katolik terhadap penelitian dan metode pengobatan regeneratif dengan menggunakan sel induk.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2013</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Etika medis</topic>
 </subject>
 <classification>174.2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>174.2 PER m</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">09.000040</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>174.2 PER m</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_baru.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>2303</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-06-15 09:05:06</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>