<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="22834">
 <titleInfo>
  <title>Demokrasi Diskursif Rainer Forst dan Relevansinya bagi Partisipasi Masyarakat Sipil di Indonesia</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Dr. Yohanes I Wayan Marianta, M.A.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Dr. Pius Pandor, Lic. Phil</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nasar, Yulianus Lihong</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xi + 114hlm; 21,5x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini mengkaji gagasan demokrasi diskursif Rainer Forst dan relevansinya bagi partisipasi politik masyarakat sipil di Indonesia. Gagasan ini dieksplorasi melalui pemenuhan 'hak atas alasan' (the right to justification) sebagai instrumen normatif untuk menegaskan bahwa legitimasi sebuah tatanan politik tidak lagi cukup hanya bersandar pada legalitas formal, melainkan harus diuji melalui kualitas relasi justifikasi yang memenuhi standar resiprositas dan universalitas. Melalui kerangka ini, manusia diposisikan sebagai makhluk pemberi alasan yang memiliki hak fundamental untuk menolak setiap kebijakan arbitrer yang tidak didasari nalar publik yang jujur. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan filosofis-kritis. Melalui teknik analisis data kualitatif dengan interpretasi kritis secara dialektis, analisis penelitian mengungkapkan bahwa dalam konteks Indonesia, hak atas alasan menjadi benteng moral bagi masyarakat sipil untuk melawan dominasi oligarki yang kerap membajak ruang publik, sekaligus menggeser paradigma toleransi dari konsepsi izin yang hierarkis menuju konsepsi penghormatan yang setara. Implementasi model ini membentur hambatan serius berupa asimetri kapasitas diskursif dan manipulasi penguasa dalam menciptakan ruang alasan palsu melalui regulasi teknokratis. Namun, peluang transformatif tetap terbuka melalui digitalisasi ruang publik yang melahirkan arena diskursus tandingan serta peran institusional Mahkamah Konstitusi sebagai penjamin pengujian undang-undang. Pada akhirnya, pengakuan terhadap hak atas alasan bertindak sebagai peta jalan krusial untuk mengubah budaya politik Indonesia dari kepatuhan buta menjadi budaya pertanggungjawaban publik, di mana setiap kebijakan lahir dari ujian diskursus yang jujur demi menjaga martabat warga negara sebagai subjek hukum yang merdeka dan setara.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Filsafat politik</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2026</topic>
 </subject>
 <classification>320.01</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>320.01 Nas d</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">22.073</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>320.01 Nas d</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_2023.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>22834</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-08-13 08:56:45</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-08-14 09:33:41</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>