Record Detail
Advanced SearchText
Dekolonisasi Identitas Menurut Frantz Fanon dan Relevansinya dalam Konteks Indonesia
Dewasa ini, fenomena kebingungan dan krisis identitas menjadi persoalan nyata yang dihadapi masyarakat luas, terlihat dari maraknya sikap yang lebih mengagungkan budaya asing, menganggap rendah nilai-nilai lokal, serta ketergantungan pada standar dan pandangan luar dalam menilai segala sesuatu, yang menunjukkan bahwa pengaruh cara pandang kolonial belum sepenuhnya hilang dari kesadaran kolektif. Di Indonesia, gejala serupa sebenarnya telah teramati sejak masa pasca-kemerdekaan, di mana sisa-sisa warisan mentalitas penjajahan masih melekat kuat dalam berbagai aspek kehidupan; hal ini tampak dari kecenderungan meniru pola pikir asing, lemahnya kebanggaan terhadap kekayaan budaya sendiri, serta adanya ketimpangan dalam memandang sejarah dan jati diri bangsa yang beragam, padahal kemerdekaan seharusnya juga membawa pembebasan jiwa dan cara pandang. Kondisi ini menegaskan bahwa dekolonisasi identitas merupakan kebutuhan mendesak dan strategis, bukan sekadar wacana, melainkan langkah penting untuk memutus rantai penindasan mental, memulihkan harga diri, serta membangun karakter bangsa yang mandiri dan berdaya. Pemikiran Frantz Fanon memberikan landasan pemahaman yang sangat relevan dalam hal ini, karena ia menegaskan bahwa penjajahan tidak hanya merampas kekuasaan politik dan ekonomi, tetapi juga melakukan penindasan mendalam terhadap kesadaran hingga memutarbalikkan rasa percaya diri bangsa terjajah, sehingga pembebasan sejati hanya dapat tercapai jika masyarakat mampu bangkit melepaskan diri dari belenggu mental, menumbuhkan kesadaran kritis, dan membangun identitas baru yang berakar pada pengalaman serta nilai-nilai sendiri. Penerapan gagasan ini di Indonesia berarti upaya terus-menerus untuk mengkritisi segala bentuk warisan kolonial yang masih hidup, mengangkat kembali kearifan lokal yang terpinggirkan, serta menyusun persatuan nasional yang berlandaskan kesetaraan dan kedaulatan budaya, sehingga terwujud kemerdekaan yang utuh, tidak hanya dalam bentuk kekuasaan negara, tetapi juga dalam cara berpikir dan berperilaku sebagai bangsa yang bermartabat.
Availability
| 22.028 | 320.54 Rek d | Perpustakaan STFT | Available |
Detail Information
| Series Title |
-
|
|---|---|
| Call Number |
320.54 Rek d
|
| Publisher | STFT Widya Sasana : Malang., 2026 |
| Collation |
ix + 106hlm; 21,5x28cm
|
| Language |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Classification |
320.54
|
| Content Type |
-
|
| Media Type |
-
|
|---|---|
| Carrier Type |
-
|
| Edition |
-
|
| Subject(s) | |
| Specific Detail Info |
-
|
| Statement of Responsibility |
-
|
Other version/related
No other version available






