Image of Mimikri Menurut Homi Kharshedji Bhabha

Text

Mimikri Menurut Homi Kharshedji Bhabha



Penelitian ini membahas konsep mimikri dalam pemikiran Homi Kharshedji Bhabha dan relevansinya dalam konteks Indonesia sebagai negara pascakolonial. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa kolonialisme tidak hanya meninggalkan warisan politik dan ekonomi, tetapi juga memengaruhi pembentukan identitas budaya, sosial, dan nasional masyarakat bekas jajahan. Dalam konteks tersebut, konsep mimikri menjadi penting karena menjelaskan bagaimana subjek terjajah meniru budaya, bahasa, nilai, dan institusi penjajah, namun peniruan tersebut tidak pernah menghasilkan kesamaan yang sempurna. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menganalisis karya-karya utama Homi Kharshedji Bhabha serta berbagai sumber pendukung yang berkaitan dengan teori pascakolonial. Fokus penelitian diarahkan pada pemahaman konsep mimikri, ambivalensi, dan hibriditas, serta penerapannya dalam membaca realitas masyarakat Indonesia kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mimikri memiliki sifat ambivalen. Di satu sisi, mimikri berfungsi sebagai strategi kolonial untuk membentuk subjek yang patuh dan dapat dikendalikan. Di sisi lain, karena peniruan tidak pernah berlangsung secara sempurna, mimikri justru membuka ruang bagi resistensi dan negosiasi identitas. Mimikri memperlihatkan bahwa relasi kolonial tidak pernah sepenuhnya stabil karena selalu mengandung ketegangan antara kemiripan dan perbedaan. Dalam konteks Indonesia, mimikri tampak dalam berbagai bidang kehidupan, seperti sistem birokrasi, pendidikan, politik, budaya populer, penggunaan bahasa Inggris, serta pengelolaan ekonomi modern. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa warisan kolonial masih memengaruhi kehidupan masyarakat, meskipun telah mengalami berbagai bentuk adaptasi lokal. Oleh karena itu, teori mimikri membantu memahami identitas Indonesia sebagai hasil proses negosiasi yang terus berlangsung antara pengaruh global, warisan kolonial, dan budaya lokal. Kajian ini menyimpulkan bahwa mimikri tidak hanya penting untuk memahami pengalaman kolonial masa lalu, tetapi juga relevan untuk membaca dinamika identitas dan kekuasaan dalam masyarakat Indonesia masa kini.


Availability

22.042325.3 Nug mPerpustakaan STFTAvailable

Detail Information

Series Title
-
Call Number
325.3 Nug m
Publisher STFT Widya Sasana : Malang.,
Collation
x + 144hlm; 21,5x28cm
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Classification
325.3
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
-
Subject(s)
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility

Other version/related

No other version available




Information


RECORD DETAIL


Back To PreviousXML DetailCite this