Record Detail
Advanced SearchText
Menjadi Sesama Tanpa Batas-Batas (Tinjauan atas Fenomena Penerimaan terhadap Kaum Imigran menurut Fratelli Tutti art. 80-83)
Fenomena migrasi internasional merupakan salah satu persoalan kemanusiaan yang semakin kompleks pada era globalisasi. Berbagai faktor seperti konflik bersenjata, kemiskinan, ketimpangan ekonomi, diskriminasi, dan ketidakamanan mendorong jutaan orang meninggalkan negara asalnya untuk mencari kehidupan yang lebih layak. Namun, kehadiran para imigran sering kali dihadapkan pada berbagai bentuk penolakan, diskriminasi, dan keterbatasan akses terhadap hak-hak dasar. Berangkat dari realitas tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerimaan terhadap kaum imigran dewasa ini, mengkaji gagasan pokok dalam Ensiklik Fratelli Tutti artikel 80–83, serta merefleksikan realitas imigran dalam terang gagasan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), melalui analisis deskriptif-analitis dan hermeneutis terhadap Fratelli Tutti artikel 80–83 serta berbagai dokumen Ajaran Sosial Gereja dan sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa realitas penerimaan terhadap imigran masih diwarnai oleh xenofobia, nasionalisme eksklusif, kebijakan migrasi yang restriktif, serta berbagai bentuk ketidakadilan sosial yang mengabaikan martabat manusia. Sementara itu, analisis terhadap Fratelli Tutti artikel 80–83 menemukan tiga gagasan pokok, yaitu martabat manusia sebagai dasar relasi sosial, solidaritas sebagai bentuk konkret kasih sosial, dan kesejahteraan umum sebagai tujuan kehidupan bersama. Melalui refleksi atas perumpamaan Orang Samaria yang Baik Hati, Paus Fransiskus menegaskan bahwa relasi dengan sesama tidak ditentukan oleh identitas etnis, agama, atau status sosial, melainkan oleh kesediaan untuk menjadi sesama bagi mereka yang menderita. Dalam terang gagasan tersebut, penelitian ini menegaskan bahwa para imigran harus dipandang sebagai pribadi yang memiliki martabat yang sama dan karena itu layak diterima, dilindungi, dipromosikan, serta diintegrasikan dalam kehidupan bersama. Dengan demikian, Fratelli Tutti artikel 80–83 menawarkan landasan etis dan teologis yang relevan bagi Gereja dan masyarakat untuk membangun persaudaraan universal, solidaritas sosial, dan budaya perjumpaan yang lebih adil, inklusif, dan manusiawi dalam menghadapi realitas migrasi kontemporer.
Availability
| 22.044 | 261.8 Sin m | Perpustakaan STFT | Available |
Detail Information
| Series Title |
-
|
|---|---|
| Call Number |
261.8 Sin m
|
| Publisher | STFT Widya Sasana : Malang., 2026 |
| Collation |
ix + 72hlm; 21,5x28cm
|
| Language |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Classification |
261.8
|
| Content Type |
-
|
| Media Type |
-
|
|---|---|
| Carrier Type |
-
|
| Edition |
-
|
| Subject(s) | |
| Specific Detail Info |
-
|
| Statement of Responsibility |
-
|
Other version/related
No other version available






