Image of Liturgi Ekaristi sebagai Puncak Devosi (Refleksi Pastoral atas Sacrosantum Concilium No.13 dan Implikasinya bagi Pemahaman dan Praktik Devosi Umat Katolik)

Text

Liturgi Ekaristi sebagai Puncak Devosi (Refleksi Pastoral atas Sacrosantum Concilium No.13 dan Implikasinya bagi Pemahaman dan Praktik Devosi Umat Katolik)



Skripsi ini berjudul 'Liturgi Ekaristi Sebagai Puncak Devosi (Refleksi Pastoral atas Sacrosanctum Concilium No.13 dan Implikasinya Bagi Pemahaman dan Praktik Devosi Umat Katolik)'. Tulisan dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan pastoral dalam penghayatan iman umat Katolik, di mana praktik devosi kesalehan pribadi (seperti Novena, Doa Rosario, dan Adorasi) sering kali dipisahkan dari liturgi resmi Gereja atau bahkan dijalankan sebagai ritus yang berdiri sendiri. Akibatnya, pemahaman umat terhadap perayaan Ekaristi sebagai pusat kehidupan rohani menjadi kabur. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan merefleksikan posisi teologis serta pastoral dari praktik devosi berdasarkan dokumen Konsili Vatikan II, khususnya Sacrosanctum Concilium (SC) No.13. Metode yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah metode studi kepustakaan, dengan menganalisis teks-teks magisterium, ajaran Kitab Suci Perjanjian Baru, tradisi Gereja, serta literatur teologi liturgi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa liturgi Ekaristi adalah sumber, tolak ukur, dan orientasi utama bagi seluruh olah kesalehan umat. Berdasarkan arah pastoral SC No.13, devosi tidak boleh berjalan secara otonom atau menyaingi Misa, melainkan harus diatur sedemikian rupa agar bersumber dari liturgi dan mengantar umat kembali menuju partisipasi aktif dalam liturgi. Devosi yang sejati bertugas mempersiapkan disposisi batin umat, sementara Ekaristi memberikan pemenuhan rahmat sakramental yang nyata. Implikasi pastoral dari refleksi ini menekankan pentingnya pembaruan katekese liturgis dan pendampingan pastoral yang berkesinambungan demi memurnikan motivasi iman umat. Pembaruan ini krusial untuk mengatasi gejala devosionalisme yaitu pemisahan antara kesalehan pribadi dan liturgi bersama sehingga seluruh bentuk ungkapan bakti umat senantiasa bermuara dan menemukan kepenuhannya pada liturgi Ekaristi sebagai puncak dari segala devosi.


Availability

22.077264 Hel lPerpustakaan STFTAvailable

Detail Information

Series Title
-
Call Number
264 Hel l
Publisher STFT Widya Sasana : Malang.,
Collation
xi + 73hlm; 21,5x28cm
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Classification
264
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
-
Subject(s)
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility

Other version/related

No other version available




Information


RECORD DETAIL


Back To PreviousXML DetailCite this