<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="22812">
 <titleInfo>
  <title>Perpaduan Iman dan Budaya dalam Misa Inkulturasi Gawai Dayak Nosu Minu Podi Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Robert Pius Manik, Ph.D.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Yohanes Endi, S.S., Lic.I.C.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Septian</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xii + 102hlm; 21,5x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini memanfaatkan metode studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-teologis untuk mengkaji sumber-sumber mengenai inkulturasi, warisan budaya Dayak, liturgi Gereja, serta dokumen-dokumen resmi Gereja. Temuan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa Misa Inkulturasi Gawai Dayak Nosu Minu Podi adalah sebuah manifestasi nyata dari dialog antara iman Katolik dan budaya Dayak yang terjadi dengan harmonis dan mendalam. Inkulturasi tidak hanya diperuntukkan untuk menambahkan unsur budaya ke dalam liturgi, melainkan merupakan sebuah proses teologis dan pastoral yang memungkinkan Injil hadir dan berkembang serta dipahami secara relevan dengan konteks lokal. Unsur-unsur tradisi yang disesuaikan telah disucikan dan dipahami dalam perspektif iman Kristiani sehingga terhindar dari sinkretisme, justru memperkaya pengalaman spiritual umat. Perayaan tersebut juga menegaskan bahwa Gawai Dayak Nosu Minu Podi serta liturgi Ekaristi sama-sama merupakan perayaan syukur bagi karya Allah dalam perjalanan hidup umat mausia. Walau demikian, penelitian ini juga menemukan sejumlah tantangan pastoral, khususnya risiko mengaburkan makna religius dari tradisi dengan ajaran iman, sehingga diperlukan pelatihan bagi masyarakat, bimbingan dari tokoh adat, serta pertimbangan yang mendalam dari pihak Gereja. Misa Inkulturasi Gawai Dayak Nosu Minu Podi menjadi kontribusi yang signifikan dalam pengembangan teologi inkulturasi dan penghayatan iman Katolik yang berdasarkan kebudayaan lokal.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Gereja dan budaya</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Liturgi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2026</topic>
 </subject>
 <classification>264.02</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>264.02 Sep p</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">22.018</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>264.02 Sep p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_2023.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>22812</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-08-12 10:30:13</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-08-12 12:43:19</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>