Record Detail
Advanced SearchText
Hidup Kristiani dalam Tantangan Era Digital: Suatu Refleksi Kemartiran Santo Polikarpus
Era digital telah membawa transformasi antropologis dan pergeseran paradigmatis yang mendalam, yang tidak hanya menawarkan kemudahan konektivitas, tetapi juga menghadirkan tantangan substansial bagi integritas iman Kristiani. Kehidupan ruang maya yang didominasi oleh distorsi informasi, budaya relativisme, narsisme, dan pencarian validasi semu seringkali mengikis kebenaran mutlak dan nilai-nilai Injil. Di tengah kebisingan digital ini, umat rentan terisolasi dalam echo chamber dan terjebak dalam kultur kepuasan instan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ulang konsep kemartiran Santo Polikarpus secara teologis dan mengeksplorasi relevansinya sebagai panduan praktis dalam menghadapi tantangan iman di era digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, yaitu dengan pendekatan studi kepustakaan yang bersifat deskriptif-analitis dan kritis. Penelitian ini berfokus pada telaah mendalam atas dokumen Martyrium Polycarpi yang secara utuh mencatat keteguhan iman, keberanian moral, dan penyerahan diri Santo Polikarpus. Dokumen ini menyorot sikap Polikarpus yang tidak goyah oleh bujukan kompomi dari penguasa Romawi maupun ancaman binatang buas dan api hukuman, karena kesetiaannya yang absolut kepada Kristus. Fokus keteladanan ini kemudian dikontekstualisasikan dengan realitas umat beriman masa kini yang senantiasa menghadapi godaan kompromi moral, fenomena post-truth, serta dangkalnya relasi antarmanusia di dunia maya. Hal yang dapat ditemukan dalam penelitian ini adalah bahwa penerapan semangat kemartiran Polikarpus di era kontemporer tidak lagi selalu menuntut pengorbanan darah, melainkan wujud dalam bentuk 'kemartiran putih'. Kemartiran ini merupakan kesiapan untuk 'mati bagi ego', melakukan 'puasa digital' dari kesombongan, dan menolak menggadaikan nilai kebenaran objektif semata-mata demi likes atau popularitas daring. Teladan ini mendesak umat untuk menghidupi keutamaan discernment guna menyaring hoax, bersedia menerima cemoohan atau perundungan siber saat membela kebenaran, serta mentransformasi layaknya 'roti yang dipanggang' untuk memberi makan dunia digital dengan kasih yang otentik. Melalui ketekunan ini, umat Kristiani dipanggil untuk tidak menjadi konsumen pasif, melainkan aktif menjadi saksi digital yang berani mewartakan kehadiran Kristus di masa sekarang.
Availability
| 22.004 | 248.4 Set h | Perpustakaan STFT | Available |
Detail Information
| Series Title |
-
|
|---|---|
| Call Number |
248.4 Set h
|
| Publisher | STFT Widya Sasana : Malang., 2026 |
| Collation |
ix + 66hlm; 21,5x28cm
|
| Language |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Classification |
248.4
|
| Content Type |
-
|
| Media Type |
-
|
|---|---|
| Carrier Type |
-
|
| Edition |
-
|
| Subject(s) | |
| Specific Detail Info |
-
|
| Statement of Responsibility |
-
|
Other version/related
No other version available






