<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="22806">
 <titleInfo>
  <title>Keabsahan Perkawinan Mixta Religio dan Relevansinya Bagi Keuskupan Tanjung Selor (Analisis atas Kanon 1124-1129)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Dr. Alphonsus Tjatur Raharso</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Making, Valentino</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Yohanes Endi, SS, Lic,IC</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xi + 91hlm; 21,5x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perkawinan campur dalam Gereja Katolik, secara khusus antara umat Katolik dan non-Katolik, merupakan realitas pastoral yang semakin sering dijumpai dalam masyarakat plural. Skripsi ini bertujuan untuk menganalisis ketentuan hukum kanonik mengenai perkawinan campur, terutama dalam terang Kanon 1124–1129 Kitab Hukum Kanonik 1983, serta implikasi teologis dan pastoral yang menyertainya. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan normatif-teologis, yang mengkaji dokumen resmi Gereja, buku hukum kanonik, dan refleksi teologi pastoral. Hasil kajian menunjukkan bahwa Gereja tidak menganjurkan perkawinan campur, tetapi mengizinkannya dengan syarat tertentu demi melindungi iman pihak Katolik (periculum fidei) serta menjamin pendidikan iman anak. Perkawinan campur beda gereja tergolong larangan (prohibitio) yang tidak membatalkan keabsahan, sedangkan beda agama merupakan halangan (impedimentum) yang membatalkan apabila tidak diberikan dispensasi. Lebih lanjut, ketentuan kanonik ini tidak semata-mata bersifat yuridis, tetapi memiliki dimensi pastoral yang kuat, yakni sebagai sarana pendampingan iman dan perlindungan terhadap sakramentalitas perkawinan. Dengan demikian, Gereja dipanggil untuk mengintegrasikan aspek hukum dan pastoral secara seimbang agar pasangan dalam perkawinan campur dapat menjalani kehidupan berkeluarga dalam terang iman, tanggung jawab moral, dan kesetiaan pada misi keselamatan Gereja.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>hukum perkawinan Katolik</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>perkawinan campur</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Hukum Kanonik</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2026</topic>
 </subject>
 <classification>262.94</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>262.94 Mak k</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">22.027</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>262.94 Mak k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_2023.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>22806</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-08-12 09:36:02</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-08-13 08:19:10</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>