Record Detail
Advanced SearchText
Utuslah Aku ke Yehuda, ke Kota Perkuburan Nenek Moyangku, Supaya Aku Membangunnya Kembali (Analisis Eksegetis dan Refleksi Teologis Pengutusan Nehemia menurut Nehemia 2:1-10)
Tulisan ini fokus pada pengutusan Nehemia ke Yerusalem untuk memperbaiki tembok-tembok kota Yerusalem yang telah hancur berkeping-keping karena peristiwa pemberontakan dan peperangan. Kisah pengutusan Nehemia ditemukan dalam kitab Nehemia 2:1-10. Fokus pembahasan diuraikan dalam usaha melakukan analisis eksegetis dan menemukan refleksi teologis atas kitab Nehemia 2:1-10. Teks ini dibagi menjadi dua bagian besar yakni, percakapan antara Nehemia dengan raja Artahsasta (2:1-8), dan Nehemia pergi kepada bupati-bupati di seberang sungai Efrat (2:9-10). Dari usaha penafsiran yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa pengutusan Nehemia merupakan kehendak dan karya Allah melalui peristiwa hancurnya tembok-tembok Yerusalem. Pengutusan Nehemia dimaknai sebagai gambaran pemulihan dan pembaharuan iman umat bangsa Yehuda dari segala ketidaktaatan dan ketidaksetiaan terhadap kehendak Allah. Nehemia mengharapakan umat Yehuda hidup di dalam kekudusan, kebenaran, dan kehendak Allah. Dengan begitu, Allah senantiasa menyertai hidup mereka setiap waktu. Perjalanan panggilan dan pengutusan Nehemia ini dapat mendorong dan membangkitkan semangat Imam Diosesan dalam menjalankan tugas dan perutusan di dunia yang penuh tantangan ini. Melalui teladan Nehemia, mereka mampu setia dalam menghayati hidup doa, berani berkorban, dan setia dan taat tehadap segala perintah yang diberikan, sehingga semua umat yang dilayani dapat merasakan kehadiran Allah dan hidup di dalam kebenaran-Nya. Tulisan ini menggunakan metodologi analisis teks dan kualitatif. Dengan mengunakan metode ini, penulis dapat mencari sumber yang berkaitan dengan Nehemia 2:1-10 seperti, buku yang ditulis oleh para ahli alkitab, buku-buku yang berbicara tentang Nehemia, artikel dan jurnal ilmiah serta website internet yang berhubungan dengan tema. Temuan dalam tulisan ini adalah pengutusan Nehemia ke kota Yerusalem, tidak hanya sekadar dilihat sebagai gambaran untuk memperbaiki bangunan secara fisik, tetapi membaharui kembali iman umat Yehuda dari ketidaktaatan mereka di hadapan Allah, melalui pertobatan. Dengan demikian, umat Yehuda bisa mengalami kehadiran Allah, hidup di dalam kekudusan dan diselamatkan oleh Allah.
Availability
| 22.008 | 222.86 Dar u | Perpustakaan STFT | Available |
Detail Information
| Series Title |
-
|
|---|---|
| Call Number |
222.86 Dar u
|
| Publisher | STFT Widya Sasana : Malang., 2026 |
| Collation |
xi + 96hlm; 21,5x28cm
|
| Language |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Classification |
222.86
|
| Content Type |
-
|
| Media Type |
-
|
|---|---|
| Carrier Type |
-
|
| Edition |
-
|
| Subject(s) | |
| Specific Detail Info |
-
|
| Statement of Responsibility |
-
|
Other version/related
No other version available






